Gubernur Riau Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Bantuan di Inhil

  • Whatsapp

Inhil, JurnalTerkini.id РDalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker), Gubernur Riau  Syamsuar melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan rumah bantuan untuk warga di Kelurahan Selensen, Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil.

Peletakan batu pertama untuk pembangunan 27 unit rumah bantuan dari program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang bersumber dari Kementrian Sosial. Peletakan batu pertama oleh Gubernur Riau ini didampingi oleh Bupati Inhil HM Wardan.

Bacaan Lainnya

Rombongan Gubernur Riau ini datang ke Inhil dengan menggunakan helikopter, lalu Gubernur Riau Syamsuar dan Bupati HM Wardan beserta rombongan langsung bergerak menuju lokasi peletakan batu pertama di Perkampungan Suku Anak Dalam.

Selain peletakan batu pertama, Gubri Syamsuar yang didampingi Bupati HM Wardan juga menyerahkan secara simbolis Sansos jaminan hidup (sembako), pemberian makanan tambahan untuk Balita dan ibu hamil, bahan bangunan pemukiman bagi Warga KAT, serta penyerahan Dokumen Kependudukan berupa KTP dan KK.

Pada kesempatan itu, Gubri Syamsuar juga meninjau dan menyaksikan langsung kegiatan Vaksinansi bagi Suku Anak Dalam.

Dalam sambutannya Gubri Syamsuar menjelaskan, pembangunan ini menerapkan pola swakelola, dimana setiap keluarga akan mendapatkan bantuan modal pembangunan sebesar Rp35 juta per unit melalui koordinator kelompok yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Sementara itu, Bupati HM Wardan dalam sambutannya menyampaikan, di Kabupaten Inhil masih terdapat kelompok nasyarakat terpencil, tertinggal dan terbelakang yang dikenal dengan suku anak dalam, sedangkan di daerah Inhil pesisir dikenal dengan suku duano yang terdapat di lima jecamatan di antaranya Kecamatan Kateman, Mandah, Concong, Kuindra dan Tanah Merah.

“Khusus untuk suku anak dalam, berdasarkan data terakhir terdapat 27 KK dan 132 jiwa Masyarakat yang dikenal dengan suku anak dalam  yang  bermukim di sekitar Kawasan bukit tiga puluh secara nomaden atau berpindah-pindah tanpa rumah, hanya berhidup di bawah pohon-pohon rindang ketika hujan dan panas, sedangkan mereka makan hanya berharap dengan hasil buruan dan buah-buahan yang ada di hutan dalam wilayah Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil,” tambahnya.

Terakhir Bupati HM Wardan berharap, melalui program ini 27 KK dan 132 jiwa ini secara bertahap kehidupannya bisa semakin membaik dan sebagaimana layaknya Warga Negara yakni berbudaya, berpendidikan dan beragama. (AB)

Pos terkait