Berbicara Lewat Lukisan di Pameran Tunggal City Landscape

Yogyakarta, Jurnal Terkini – Seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Seni Murni (Lukis) menggelar 40 karya lukis abstraknya di Galeri Miracle Art Prints Studio, Yogyakarta. Jum’at, 1/10/21.

Pagelaran tersebut dilakaanakan pada tanggal 30 Agustus hingga 13 September kemarin.

Syahrizal Pahlevi yang merupakan pemilik Galeri, mengatakan bahwa Tiang Senja berani dalam menggapai mimpi-mimpinya. Menurutnya imajinasi yang dituangkan dalam bentuk karya seni lukis tersebut berdasarkan penghayatan yang mendalam, sehingga menghasilkan karya yang luar biasa.

“Selamat kepada Tiang Senja atas pameran tunggalnya yang Berani ini. Berani dalam mengaplikasikan warna, penempatan tekstur, intensitas sapuan, dan kedalaman rasa. Untuk itulah kita di sini, berharap kepada seniman ini, Semoga ia terus memelihara mimpinya, dengan karya-karya yang semakin memberani,” ujarnya.

Dalam pameran tunggal yang berjudul City Landscape oleh Tiang Senja tersebut benar-benar meledak.

Ada 40 karya seni murni yang dipamerkan dalam pagelaran tersebut, semua karya tersebut ia garap sejak tahun 2019 hingga 2021.

Setelah begitu lamanya ia mereset lalu mencoba menyatu dengan pikiran dan perasaannya mengenai sebuah kota yang ia hadirkan dalam pemandangan.

Visual yang sangat artistik hadir di semua karya Tiang Senja. Mulai dari goresan, warna, tebal, hingga adonan cat yang benar-benar jarang ditemukan.

Semua itu benar-benar dipikirkan matang-matang. Tidak sembarangan mengoleskan cat pada kanvas. Namun dengan mempertimbangkan gagasan yang sudah ia hitung berulangkali.

Hal itu menjadi kepuasan sendiri bagi pelukis. Tiang Senja mengakui jika dengan melukis, tidak hanya menjadi kesenangannya semata sejak kecil, namun juga bisa berbicara lewat media tersebut.

Baginya, Seni adalah sebuah alat komunikasi. Hebatnya, berkomunikasi lewat kesenian adalah memiliki nilai estetika sendiri yang jarang ditemukan di media komunikasi lainnya.

Selain itu, lewat dunia kesenian, Tiang Senja sendiri mampu menggelarkan banyak karya yang berisi semua kegelisahannya dalam sebuah Pemandangan Kota.

Harapannya, tidak hanya Tiang Senja yang berani melakukan Pameran Tunggal, namun semua orang mempunyai hak masing-masing akan hal itu dan menjadi sesuatu yang berharga jika rekaman kehidupan masing-masing dari setiap manusia itu diabadikan, dicatat, atau juga dilukis.

Dengan hal itu, setiap orang mampu untuk lebih menghargai lagi apa yang telah terjadi di kehidupannya masing-masing. (Pupuh/Fiki)

Total Views: 233

Pos terkait