Raih Penghargaan Reformasi Birokrasi Terbaik, Ini Kiat Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi Dedi Supriyadi

  • Whatsapp
Bappeda Bekasi meraih penghargaan reformasi birokrasi terbaik tingkat Kabupaten Bekasi untuk tata kelola pemerintahan.
Bappeda Bekasi meraih penghargaan reformasi birokrasi terbaik tingkat Kabupaten Bekasi untuk tata kelola pemerintahan.

Bekasi, JurnalTerkini.id – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi meraih penghargaan Reformasi Birokrasi terbaik tingkat Kabupaten Bekasi untuk tata kelola pemerintahan.

Penghargaan tersebut diberikan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan kepada Kepala Bappeda H. Dedi Supriyadi saat penyampaian hasil Penilaian Mandiri Penyelenggaraan Reformasi Birokrasi (PMPPRB) di Command Center, Gedung Diskominfosantik, Jumat (30/07/21).

Bacaan Lainnya

Selain Bappeda, penghargaan atas hasil Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi bagi perangkat daerah dan kecamatan tahun 2021, juga diterima 3 perangkat daerah dan 3 kecamatan yang masuk dalam nilai tertinggi, yakni Badan Pendapatan Daerah dan RSUD, lalu Kecamatan Bojongmangu, Kecamatan Cibitung dan Kecamatan Cikarang Barat,” ujarnya.

Dihubungi SMSI via seluler, Sabtu (31/07/2021), Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dedi Supriyadi memberikan trik pencapaian terbaiknya dalam Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di wilayah kerja perangkat daerah.

Dedi mengatakan, dalam hal pelaksanaan reformasi birokrasi, pihaknya membuka masukan dan akses perbaikan pelayanan dari seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bekasi. 

“Kita memiliki kontribusi langsung terhadap pencapaian nilai RB pada area ke 6 dari 8 area yaitu penguatan akuntabilitas kinerja,” kata Dedi Supriyadi. Akuntabilitas dimaksud adalah bagaimana Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memastikan kinerja yang dimulai dari perencanaan sampai dengan evaluasinya memiliki saling keterkaitan.

“Target kita mempertajam keterkaitan dimaksud agar program dan Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) dapat mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Bekasi,” terang Dedi.

Untuk mewujudkan itu semua, Bappeda memberi peran tim monitoring dan evaluasi dan mengevaluasinya setiap triwulan sekali melalui bantuan aplikasi SIMPPD (Sistem Informasi Pengendalian Pembangunan Daerah).

Dedi menerangkan, Bappeda Kabupaten Bekasi memiliki kontribusi pada area ke 5 (lima) dalam penyelenggaraan reformasi birokrasi, yakni “Manajemen Sumber Daya Manusia”. 

Pos terkait