“Untuk itulah kami mendesak Menhan untuk kembali mengurusi kami. Kami siap berdiskusi dengan Menhan untuk merancang skenario jalan keluar tentang nasib kami sekarang ini,” tutur Dini dengan ekspresi emosional.
Beberapa waktu lalu, Forum PTY UPN Veteran Yogyakarta, telah mengirim surat ke berbagai pihak untuk mengadukan nasibnya. Tak terkecuali residen Jokowi dan Menhan. Isinya mengenai berbagai permasalahan peralihan SDM.
“Kami merasa Menhan ditelikung dalam proses penegerian ini. Awalnya dijanjikan pengalihan aset SDM akan diangkat melalui formasi khusus sesuai dengan pasal 3 ayat 2 Perpres Nomor : 10 Tahun 2016. Namun dalam praktinya di dalam kontrak, masa kerja kami sebelumnya di nol-tahunkan alias tidak diakui, pendidikan disetarakan S-2,” ungkapnya.
Hal itu yang membuat Forum PTY UPN Veteran Yogyakarta merasa dilecehkan. Dyah pun menuntut Prabowo memberikan rasa keadilan.
“Jelas kami tidak terima. Menhan harus turun tangan dan bertanggungjawab atas status eks pegawai tetap yayasan milik Kemhan yang berkeadilan,” ujar dosen manajemen tersebut.
Sementara itu, Rektor UPN Veteran Yogyakarta M Irhas Effendi mengaku telah berkoordinasi dengan Rektor PTNB yang lain untuk segera menyelesaikan masalah ini.
“Kami sudah berkoordinasi dan menemui Profesor Nizam, Dirjen Pendidikan Tinggi untuk penyelesaian masalah ini. Hasilnya akan dilakukan koordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk menyamakan persepsi,” ungkapnya. (rls)





