Karimun (Jurnal) – Adanya temuan buah Rock Melon (Cantaloupe) yang terindikasi mengandung bakteri Listeria Monocytogenes, membuat beberapa instansi di Kabupaten Karimun melakukan sidak dan memonitor tempat penjualan buah, Rabu (07/3).
Bakteri Listeria Monocytogenes adalah bakteri gram positif yang bersifat patogen, baik untuk hewan maupun manusia, bakteri ini tidak hanya ada di buah melon saja, akan tetapi ada juga di air, pakan ternak, limbah rumah pemotongan hewan, susu dan juga kotoran manusia dan hewan.
Pj Wilayah Kerja Stasiun Karantina Pelabuhan Kabupaten Karimun, Rahman Hidayah mengatakan bakteri Listeria Monocytogenes dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil, dan penyakit berbahaya lainnya.
“Bakteri ini bisa menyebabkan keguguran pada wanita hamil, radang selaput otak pada orang dewasa hingga menyebabkan kematian, tapi digarisbawahi, jika kekebalan tubuh kita baik dan pola makan sehat, hal ini bisa dicegah,” tuturnya.
Sementara itu Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim mengatakan, Karimun merupakan zona rawan untuk masuknya buah-buahan dari negara tetangga.
“Karimun merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia, yang melakukan impor buah tersebut dari Australia, untuk itu Karimun menjadi zona rawan untuk masuknya buah melon ini,” katanya.
Dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Wakil Bupati Karimun, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Satpol PP dan Karantina Karimun, tidak ditemukan adanya Rock Melon dari Australia, akan tetapi pihaknya akan terus memonitor masuknya Rock Melon ke Karimun.





