Progres Pembangunan PLTA Jatigede Capai 85%

Adapun nilai investasi pembangkit ini mencapai USD 85 juta dan Rp 735 Milyar dengan sumber dana yang berasal dari Anggaran PLN (APLN) dan Export Credit Agency (ECA). Sedangkan untuk pekerjaan utama PLTA Jatigede, PLN telah menunjuk kontraktor pelaksana yaitu Konsorsium Sinohydro – PT PP (Persero) dan PLN Enjiniring sebagai konsultan. 

Salah satu capaian penting dalam progres pengerjaan PLTA, PLN UIP JBT pada Oktober 2019 lalu telah berhasil menyelesaikan pekerjaan top heading excavation atau penggalian saluran air di headrace tunnel sepanjang 2.218,73 meter.

Bacaan Lainnya

Headrace tunnel berfungsi sebagai terowongan penghubung penampungan air dengan penstock, yang juga terhubung dengan power station. Saat beroperasi nanti, pembangkit ini direncanakan akan memanfaatkan air dari Waduk Jatigede di Sungai Cimanuk, dengan membuat struktur intake untuk mengalirkan air ke terowongan menuju power house dan menghasilkan listrik sebesar 110 MW.

M Ikhsan menyebutkan, selain PLTA Jati Gede,  PLN juga membangun beberapa proyek pembangkit listrik EBT lainnya di Provinsi Jawa Barat.

“PLN sangat mendukung pencapaian target program energi terbarukan 23% pada 2025. Selain PLTA Jatigede, kami akan terus menggenjot penyelesaian program-program EBT lainnya di Jawa Barat, ” jelas Ikhsan.

Proyek tersebut diantaranya PLTA Upper Cisokan Pumped Storage 4 x260 MW yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Serta, PLTP Tangkuban Perahu 3 x 20 MW yang terletak di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Sehingga total pembangkit listrik green energy di Jawa Barat yang akan dibangun oleh PLN adalah sebesar 1210 MW (Teguh/Fiki)

Total Views: 475

Pos terkait