Karimun (Jurnal) – Anak bungsu yang baru saja dilahirkan oleh Teripah, istri dari Yohanes yang terlambat mendapatkan pertolongan medis, akhirnya meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Kamis (01/2).
Yohanes dan Teripah yang tinggal di Kampung Sidodadi, Kelurahan Moro, Kecamatan Moro tersebut memiliki tingkat perekonomian yang sangat rendah, ia tinggal diatas bukit dekat hutan yang sangat jauh dari akses rumah warga maupun tempat medis atau Puskesmas setempat.
Sempat diceritakan sebelumnya bahwa Teripah sempat melahirkan tanpa bantuan medis, hal tersebut karena jauhnya rumah Teripah menuju Puskesmas setempat. Menurut informasi yang diperoleh bahwa RSUD Muhammad Sani mendapatkan rujukan dari Moro untuk menerima rujukan bayi yang baru saja dilahirkan oleh Teripah.
Direktur RSUD Muhammad Sani mengatakan bahwa memang benar pihaknya mendapatkan surat rujukan dari Moro, karna melihat kondisi bayi yang baru dilahirkan sekitar enam hari tersebut mengalami kondisi fisik yang menurun .
“Kita mendapat surat rujukan dari Moro, karena melihat kondisi fisik dan kesehatan bayi laki-laki tersebut mengalami penurunan, sehingga memang harus mendapatkan perawatan intensif,” ujarnya.
Namun sayangnya belum sampai satu hari bayi itu dirawat, akhirnya ia meninggal dunia pagi tadi sekira pukul 08.20 WIB, di RSUD Muhammad Sani. Penyebab meninggal ya bayi tersebut adalah kondisi fisik yang menurun, karena pada saat dibawa pada hari Rabu (31/1) lalu bayi tersebut dideteksi mengalami infeksi berat.
Saat ini jenazah bayi mungil yang baru lahir tersebut masih berada di RSUD M Sani dan akan dipulangkan ke Moro.
Diberitakan sebelumnya, seluruh anggota keluarga Yohanes memiliki sedikit kekurangan pendengaran dan berbicara (tuna rungu) mereka yang tinggal sebuah gubuk kecil berukuran dua kali dua meter di lahan negara yang digarap oleh masyarakat dan berada jauh dari perumahan warga lain.





