Sementara itu, Munhari, Kasie peserta didik bidang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), menuturkan bahwa gerakan luar biasa tersebut merupakan inisiasi dari Kadisdikbud Pamekasan untuk mengisi kegiatan Ramadhan dengan hal positif.
Ia mengaku bangga adanya ide cemerlang tersebut. Sebab, sejauh ini telah diketahui sejumlah siswa yang mampu menghafal juz 30 sewaktu mengunjungi beberapa sekolah. Bahkan adanya lebih dari juz 30 hafalannya.
“Dan Alhamdulillah mendapat tanggapan positif baik dari siswa maupun orang tua. Semangat siswa dalam menghafal dan menulis juz 30 ini sangat tinggi. Saya mendapatkan beberapa siswa kelas 6 SD sudah hafal juz 30 (juz amma),” katanya.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh seluruh sekolah. Terbukti, beberapa sekolah mendokumentasikan kegiatan pondok ramadan yang dilaksanakan di sekolahnya masing-masing dan mengunggahnya di beberapa media sosial.
Sejalan dengan yang disampaikan Bupati Pamekasan, Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini, menyebutkan tujuan terselenggaranya kegiatan pondok Ramadhan tersebut supaya siswa bisa menghafal seluruh isi surat-surat pendek yang ada di dalam Juz 30 (Juz Amma) dan menulisnya.
“Sekolah, diakhir pelaksanaan kegiatan pondok Ramadhan ini, diminta untuk menyerahkan beberapa dokumen bukti fisik pelaksaan kegiatan sekaligus bukti ketercapaian program pondok Ramadhan. Misalnya, format penilaian ketercapaian hafalan Juz 30 siswa dan satu naskah tulisan Juz 30 (Juz Amma) karya siswa,” ucapnya. (Fiki)





