Tiuridah Silitonga, Sukses Membagi Waktu Menyalurkan Hobi Lalu Menghasilkan Rupiah

  • Whatsapp
Komisioner Bawaslu Karimun Tiuridah Silitonga bersama bunga keladi, tanaman hias yang ia budidayakan dan menghasilkan pundi-pundi rupiah di rekeningnya.
Komisioner Bawaslu Karimun Tiuridah Silitonga bersama bunga keladi, tanaman hias yang ia budidayakan dan menghasilkan pundi-pundi rupiah di rekeningnya.

Karimun, JurnalTerkini.id – Tiuridah Silitonga, wanita berjilbab ini sudah tidak ada asing dalam kancah perpolitikan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Dia adalah pejabat pengawas pemilu, sejak masih bernama Panitias Pengawas Pemilu hingga kini menjadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karimun. Tiuridah beberapa kali menjadi komisionernya, bahkan pernah menjabat sebagai ketua.

Meski disibukkan dengan politik, siapa sangka wanita yang dikenal dengan ketegasannya ini memiliki membagi waktu yang sibuk dengan menyalurkan hobi dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Bacaan Lainnya

Hobi Tiur, demikian dia biasa disapa, mungkin sama dengan penghobi lainnya, yakni hobi menanam tanaman hias. Ceritanya, hobi berkebun tanaman hias ini makin ditekuninya kala pandemi COVID-19 makin merajalela di Tanah Air, termasuk di Kabupaten Karimun..

” Alhamdulillah, dari hobi berkebun membubidayakan tanaman. Sekarang saya menikmati hasilnya, lumayankan rekening tabungan sekarang berisi. Biasanya, setiap bulan pas-pasan saja,” kata Tiur saat ditemui di pekarangan kebun yang terletak di belakang rumah pribadinya, Kamis (25/3/2021).

Hobi menanam bunga sebenarnya sudah lama, dia mulai merintismnya sejak tahun 2018 silam dengan membeli bibit dari luar negeri. Dan disemai secara mandiri di samping rumah. Kemudian, pada 2020 lalu mulailah merintis budidaya bunga yang dibelinya dari luar negeri. Hingga tumbuh dan beranak-pinak yang kemudian dijual secara manual.

”Nah, sekarang lagi tren bunga keladi yang sudah banyak saya jual. Itu hasil dari budidaya tanaman, bibitnya memang saya beli dari luar negeri,” ungkapnya.

Selain bunga keladi, juga ada bunga jenis lain seperti, garbera, pinka, begonia, gogenvil dan sebagainya. Untuk proses, budidaya tanaman awal-awalnya banyak kendala. Baik itu gagal maupun mati, tapi dengan proses yang cukup panjang akhirnya berhasil. Sedangkan, untuk packing bunga yang dipesan dari konsumen sebelumnya dibatasi. Namun, berkat dukungan dan bantuan dari suami maka sekarang tidak menjadi kendala.

Baca juga: Bertugas di daerah rawan penyelundupan, ini strategi Danlanal Karimun Letkol Maswedi

Pos terkait