Sehingga dampak Tol Laut ini bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung yakni mampu menurunkan biaya logistik dan menekan angka disparitas harga barang khususnya Sembako di Kepulauan Meranti.
Namun untuk mewujudkannya ada beberapa hal yang harus dipersiapkan daerah yakni ketersediaan fasilitas dan peralatan dalam mendukung pelayanan serta mengoptimalkan pelabuhan sebagai lokasi transhipment petikemas, baik domestik maupun internasional.

Dan Program tol laut ini tak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari Pemerintah Daerah untuk bersama-sama mensukseskan program tol laut ini.
Sekedar informasi biaya angkut barang dengan Kapal Tol Laut lebih efisien 50 persen, sementara itu, secara umum perbandingan biaya angkut menggunakan kapal tol laut jauh lebih efisien dan mampu mengurangi biaya angkut mencapai 50 persen dari biaya angkut kapal komersial. Hal tersebut karena adanya subsidi atau Publik Service Obligation (PSO) dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk angkutan barang di laut melalui program tol laut.
Selanjutnya untuk memuluskan rencana tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar, langsung meminta Dinas Perhubungan Meranti untuk mengkaji aspek administrasi, dan kelayakan Pelabuhan Dorak hingga dapat diusulkan menjadi Pelabuhan Singgah Tol Laut termasuk juga masalah pembebesan lahan.
Pada kesempatan itu Wabup H. Asmar dan rombongan juga berkesempatan meninjau kondisi terkini Pelabuhan Dorak Selatpanjang yang dianggap paling tepat diusulkan sebagai Pelabuhan Singgah Tol Laut. (BN)
Sumber: hms meranti





