Karimun (Jurnal) – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengajak seluruh komponen masyarakat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau yang memasuki usia ke-14 tahun sejak dimekarkan dari Provinsi Riau.
“Peran serta yang nyata dari masyarakat dapat mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Kepri, maupun di Kabupaten Karimun,” kata dia dalam upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kepri di Kantor Bupati Karimun, Senin lalu.
Anwar Hasyim mengatakan, pembangunan di semua lini menunjukkan kemajuan sejak Provinsi Kepri ditetapkan sebagai provinsi pemekaran dari Riau.
Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari kerja sama dan kontribusi semua pihak meski proses pembangunan masih memiliki berbagai kendala yang harus diatasi dengan bijak.
Dalam amanat Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang ia bacakan dalam upacara tersebut, juga digambarkan bahwa sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih.
Dicontohkan, pembangunan di bidang pendidikan yang menunjukkan tren positif pada 2015, dengan angka partisipasi kasar (APK) untuk jenjang pendidikan SD/MI mencapai 112,74 persen pada 2015. Untuk angka partisipasi murni (APM) mencapai 98,60 persen, dan angka partisipasi sekolah (APS) kelompok usia 7-12 tahun sebesar 103,99 persen.
Sedangkan capaian APK SMP/MTs 97,07, dengan APM 94,35 persen. Untuk APS kelompok usia 13-15 tahun tercapai sebesar 119,31 persen.
Selanjutnya, APK SMA/SMK/MA 82,23 persen dengan APM 71,53 persen. Dan APS kelompok usia 16-18 tahun 78,90 persen.
“Untuk angka kelulusan jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK pada 2015 juga cukup menggembirakan, sesuai dengan target 100 persen,” kata dia.
Di bidang kesehatan, lanjut dia, penyediaan sarana dan prasarana di Provinsi Kepri, telah terealisasi sebanyak 28 rumah sakit, 77 puskesmas, 311 puskesmas pembantu dan 193 klinik dan balai pengobatan swasta.
Terkait rasio sumber daya manusia bidang kesehatan, capaian Provinsi Kepri sesuai dengan target program Indonesia Sehat, kata dia.
Di bidang ekonomi, dia mengatakan bahwa Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) juga mengalami peningkatan dari Rp94,73 juta pada 2014 menjadi Rp103,03 juta pada 2015.
Namun demikian, lanjut dia, dalam kurun 2013-2015, telah terjadi penurunan indeks gini di Provinsi Kepri, dari 0,36 pada 2013 menjadi 0,34 pada 2015.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan yang makin tinggi antarkelompok pendapatan semakin tinggi. Sehingga perlu ada pemerataan pembangunan dan mencegah terjadinya permasalahan sosial yang tidak diharapkan,” tuturnya.
Provinsi Kepri, tambah dia, juga memiliki sejumlah prestasi yang ditandai dengan adanya 33 penghargaan dari pemerintah pusat maupun organisasi atau lembaga, kata dia dalam upacara HUT Provinsi Kepri ke-14 yang mengusung tema “Mari Kita Wujudkan Kerja Nyata Menuju Masyarakat Kepri yang Sejahtera dan Unggul di Bidang Maritim”. (jurnal/rdi)





