Ratusan massa pendukung Ketua DPRD Karimun Muhammad Asyura yang terlibat konflik dengan beberapa anggota dewan berunjuk rasa di Gedung DPRD Karimun, Senin (22/2).
Karimun (Jurnal) – Ratusan massa pendukung Ketua DPRD Karimun Muhammad Asyura yang terlibat konflik dengan beberapa anggota dewan berunjuk rasa di Gedung DPRD Karimun, Senin (22/2).
Massa yang berasal Pulau Kundur berunjuk rasa menuntut agar dua anggota dewan, Zaizulfikar dan Zuhdiono menemui mereka, keduanya mereka tuding memicu konflik dengan Muhammad Asyura.
Setelah setengah jam berunjuk rasa, sejumlah perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Wakil Ketua DPRD Bakti Lubis bersama sejumlah anggota dewan.
Dalam pertemuan itu, perwakilan massa yang mengaku sebagai pendukung Muhammad Asyura meminta agar dua oknum dewan tersebut diproses sesuai aturan dewan dan diproses secara hukum.
Mosi tidak percaya yang ditandatangani dua anggota dewan tersebut, bersama sejumlah anggota dewan mereka nilai mengada-ada, dan massa mempertanyakan alasan penandatangan mosi tidak percaya yang diteken sebanyak 21 anggota dewan.
Aksi unjuk rasa sempat berlangsung mencekam dikawal ketat aparat kepolisian, massa sempat beringas dan berusaha menerobos pagar kawat berduri yang dipasang polisi mengelilingi pintu masuk gedung dewan.
Massa dalam orasinya juga menuntut agar anggota dewan yang menandatanani mosi tidak percaya juga diproses oleh Badan Kehormatan Dewan. (rdi)





