Komunitas Pecinta Binatang Umat Budha di Karimun melepas sebanyak 26 induk penyu di Pantai Ketam, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Karimun Hazmi Yuliansyah.
Karimun (Jurnal) – Komunitas Pecinta Binatang Umat Budha di Karimun melepas sebanyak 26 induk penyu di Pantai Ketam, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Jumat (11/3/2016) siang dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Karimun Hazmi Yuliansyah.
Rata-rata, penyu itu berukuran besar, bahkan seekor diantaranya berbobot sekitar 200 kilogram.
Sudirman, salah seorang anggota Komunitas Pecinta Binatang umat Budha Karimun mengatakan, selama ini pihaknya sudah melepas 200 ekor penyu ke laut. Sebelum dilepas, penyu tersebut disembahyangkan dulu di kelenteng agar kembali menyatu ke alam. Agar mudah dikenali, penyu yang dilepas tersebut sudah ditandai di bagian atas cangkangnya.
Kata Sudirman, penyu-penyu itu mereka beli dari masyarakat nelayan tradisional di Karimun. Mereka berpendapat, daripada penyu tersebut dijual untuk kebutuhan dikonsumsi, lebik baik mereka kami beli dan lepaskan lagi ke laut.
“Biasanya, setiap penyu yang kami lepas jarang yang ditemukan lagi oleh para pemburu penyu. Karena, penyu-penyu tersebut telah kami sembahyangkan. Dalam sembahyang itu, kami meminta kepada roh yang tidak terlihat agar menjaga penyu-penyu itu dari gangguan. Mereka hanya akan naik ke darat jika hendak bertelur saja,” jelasnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun Hazmi Yuliansyah mendukung upaya yang Komunitas Pecinta Binatang di Karimun yang melepas induk penyu kembali ke lautan luas. Dia berharap, upaya itu tentu saja akan bisa menangkarkan penyu dan melestarikan populasinya di Karimun.
“Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan Komunitas Pecinta Binatang ini dengan melepas penyu ke laut. Karena, penyu merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi undang-undang. Dengan cara begini, maka secara tidak langsung komunitas ini telah melestarikan populasi penyu di Karimun,” tandas Hazmi.
Pelepasan penyu di Pantai Ketam, Desa Pongkar tersebut disaksikan puluhan warga Desa Pongkar, mereka bahkan ikut melepaskan salah satu satwa langka itu. Ketika induk penyu itu mulai berenang di laut, maka terdengar suara riuh dari warga yang senang melihat hewan itu kembali ke alam bebas. (edy)





