Beberapa pelaku usaha mikro PNM Mekaar di Medan belum dapat Banpres UMKM

  • Whatsapp
Kantor PNM Mekaar di Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara. (foto: ronald)
Kantor PNM Mekaar di Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara. (foto: ronald)

Medan, JurnalTerkini.id – Kucuran modal berupa Bantuan Presiden untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) disambut gembira karena dinilai dapat menopang perekonomian masyarakat bawah di tengah pandemi COVID-19.

Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 juta untuk Pemulihan Ekonomi Nasional itu tidak ketinggalan turut dirasakan kelompok pelaku UMKM yang tergabung dalam Program Nasional Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) di Kota Medan.

Bacaan Lainnya

Sekadar diketahui, jumlah anggota PNM Mekaar di seluruh Indonesia berkisar 4,06 juta nasabah, dan PT. Permodalan Nasional Madani adalah Lembaga Keuangan Non Bank yang dibentuk oleh Pemerintah untuk mengurusi hal tersebut.

Untuk Kota Medan, pendataan dan pengambilan buku tabungan rekening yang dikeluarkan oleh BNI 46 dilaksanakan pada Rabu (4/11/2020) dan hari ini ini, Kamis (5/11/2020) di kantor PNM Mekaar, di Jalan M Idris No 16, Kecamatan Medan Petisah.

Namun demikian, beberapa kaum ibu yang tergabung dalam PNM Mekaar mempertanyakan karena tidak semuanya masuk dalam daftar penerima bantuan tersebut.

Ibu Dian (45) penduduk Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah mengatakan, dia sudah dua periode dalam peminjaman di PNM Mekaar, tapi dia bersama dua temannya tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

“Saya tidak mendapatkan Bantuan Presiden UMKM, kami satu kelompok ada sebelas orang dan tiga orang tidak dapat. Bagaimana pemerintah menyeleksinya dan apa kriteria untuk mendapatkannya, dengar-dengar yang mempunyai pinjaman di bank tidak dapat,” kata Dian.

“Tidak adanya saya pinjaman dari bank, maunya harus semua anggotalah yang dapat, kan semuanya mempunyai kewajiban di Mekaar ini, sama-sama pinjam dan sama-sama bayarnya. Dan harapan saya semoga adalagi tahap kedua seteleh periode ini, dan nama kami tercantum,” katanya lagi penuh harap.

Baca juga: Proses Verifikasi dan Pencairan BPUM di Kota Medan dinilai terlalu rumit

space iklan HPN

Pos terkait