Sementara itu, Sekda Karimun Muhammad Firmansyah yang juga sebagai ketua harian gugus tugas mengaku evaluasi tersebut memang diperlukan mengingat kondisi terakhir kasus COVID-19.
“Kita sebagai daerah kepulauan, mau tidak mau pintu masuk melalui pelabuhan. Arus masuk di pelabuhan sangat deras, dari langkah-langkah yang akan kita lakukan sesuai hasil rapat, Kita akan perketat penumpang masuk dan keluar,” ucap Firman.
Lebih lanjut, kata dia, terjadinya lonjakan tajam kasus COVID-19 itu juga membuat penuhnya ruang perawatan yang ada di RSUD Muhammad Sani sebagai rumah sakit rujukan.
Sehingga, sejumlah pasien positif terpaksa harus di kirim ke RS Khusus Infeksi Pulau Galang Batam untuk dirawat.
“Rumah sakit saat ini full, maka dari itu seluruh pemangku kepentingan harus bergerak kembali,” ujar Sekda. (yra)





