Karimun, JurnalTerkini.id – Kasus COVID-19 di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengalami lonjakan tajam.
Data terakhir dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Karimun per 21 Oktober 2020 pukul 12.00 Wib, jumlah pasien yang dinyatakan positif terpapar virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut telah mencapai 101 pasien.
Dari 101 pasien positif COVID-19 itu, sebanyak 45 pasien positif masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit, 5 pasien positif meninggal dunia dan 51 pasien sudah dinyatakan sembuh.
Menanggapi melonjaknya kasus tersebut, Tim Satuan Tugas (Satgas) Laut pengendalian percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Karimun, mengambil langkah cepat dengan melakukan rapat koordinasi.
Rapat koordinasi bersama FKPD tersebut dilakukan di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Kamis (22/10/2020).
Ketua Tim Satgas Letkol Laut (P) Maswedi, M.Tr Opsla, mengatakan bahwa digelarnya rapat koordinasi tersebut sesuai dengan kondisi terakhir serta berdasarkan hasil temuan saat pihaknya meninjau di pelabuhan beberapa waktu yang lalu.
“Dari hasil temuan, yang perlu dievaluasi masih ada warung tidak menggunakan masker, dan letak meja kursi itu harus berjarak,” kata Maswedi.
Kemudian, menurutnya di ruang tunggu penumpang juga harus dilakukan pembenahan, seperti menerapkan tanda silang sebagai jarak harus dibuat dengan zig-zig.
Selain itu, jendela dalam ruang tunggu harus terbuka agar tetap segar dan tidak pengap.
“Tanda silang di ruang tunggu harus dibuat zig-zag dan jaraknya harus lebih jauh lagi dan seluruh jendela dibuka untuk sirkulasi udara,” ucap Maswedi.
Sambungnya, dari hasil peninjauannya itu ditemukan tidak adanya sarana untuk cuci tangan di ponton pelabuhan.
Bahkan, penumpang di dalam kapal juga ditemukan tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti duduk tidak dengan menjaga jarak.
“Penerapan prokol kesehatan harus ada di Kapal. Serta semua penumpang masuk dan datang harus dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh,” jelas Maswedi.
Baca juga: Kembali bertambah, pasien meninggal akibat COVID-19 di Karimun





