Nurdin Gagal Benahi Air

MANTAN tim sukses Bupati Karimun Nurdin Basirun, Alim menilai Nurdin yang dua periode menjabat bupati gagal membenahi kebutuhan air bersih masyarakat yang dikelola Unit Usaha Air Bersih (UUAB) Perusahaan Daerah (Perusda).

“Kami kecewa dengan Nurdin. Satu periode menjabat wakil bupati dan dua periode sebagai bupati, tapi gagal membenahi pelayanan air bersih,” kata dia kepada Jurnal Terkini di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Alim mengatakan salah satu janji Nurdin ketika mencalonkan diri sebagai bupati adalah membenahi pelayanan air bersih yang selalu bermasalah ketika musim kemarau.

“Sebagai tim sukses, kami ingat betul janji yang ia sampaikan itu. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas, apa dia tidak tahu bagaimana susahnya masyarakat ketika air dari UUAB Perusda tidak mengalir ke rumah masyarakat,” ucapnya.

Sejak Januari 2015, kata dia, pelayanan air bersih pada UUAB Perusda tersendat, bahkan ada permukiman penduduk yang tidak mendapatkan pasokan air sama sekali, terutama di sekitar kawasan Sei Lakam, Tanjung Balai Karimun.

Masyarakat, menurut dia, terpaksa membeli air dari lori (truk) tanki dengan harga relatif mahal. Menurut dia, konektivitas beberapa waduk untuk mencegah terputusnya pasokan air bersih ketika musim kemarau sampai saat ini tidak kunjung terealisasi.

“Masyarakat ingin bukti, bukan janji-janji. Tinjauan bupati melihat debit air waduk Bati setiap musim kemarau menjadi bahan olokan masyarakat karena dinilai rutinitas tanpa menghasilkan solusi.

Seharusnya, lanjut dia, tinjauan ke waduk Bati ditindaklanjuti dengan melakukan konektivitas dengan waduk lain, agar pasokan air kepada pelanggan UUAB Perusda tetap lancar saat kemarau. “Jangan air bersih mengalir saat musim hujan saja, kalau kemarau terputus,” ucap dia.

Ia mengatakan, dua periode kepemimpinan Nurdin Basirun seharusnya mampu meningkatkan jumlah pelanggan air bersih sehinga kebutuhan dasar masyarakat itu terpenuhi sebagaimana diamanatkan dalam UUD 45.

“Pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya air bersih,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Sei Lakam, Rudi mengatakan, air dari UUAB Perusda hampir lima bulan tidak mengalir dari keran kamar mandi di rumahnya.

“Januari tersendat-sendat, mulai terhenti total sejak Februari sehingga kami terpaksa beli air lori yang harganya mahal,” kata dia. (rdi)

Total Views: 180

Pos terkait