Ia juga menegaskan komitmen penuh jajaran Pemerintah Kabupaten Karimun untuk memberikan proteksi dan pengawalan regulasi, termasuk melibatkan BUMD dalam peluang bisnis besar di wilayah Kepulauan Riau, salah satunya kerja sama yang sedang dirintis bersama PT Timah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) Liza Bharliyantie Hilsya menyatakan kesiapannya untuk menjawab tantangan tersebut melalui eksekusi program jangka pendek yang berfokus pada pembenahan pelayanan dan percepatan investasi.
“Langkah jangka pendek kami pastinya adalah penguatan pelayanan, sekaligus menindaklanjuti beberapa rencana investasi yang saat ini prosesnya sudah mulai berjalan,” kata Liza yang sebelumnya menjadi Direktur Keuangan, kemudian diangkat menjadi Plh Direktur Utama PT Pelabuhan Karimun (Perseroda).
Terkait tantangan operasional seperti aktivitas bongkar muat komoditas lepas pantai atau Ship to Ship (STS) di perairan Karimun, Liza mengakui adanya tantangan koordinasi mengingat hak konsesi berada di tangan PT Pelindo.
Kendati demikian, ia optimistis mampu meyakinkan para pemilik kapal internasional untuk memanfaatkan potensi perairan maritim Karimun.
“Konsesi STS memang ada di Pelindo, namun butuh kerja bersama untuk meyakinkan owner kapal agar mau melakukan aktivitas STS di sini. Komitmen kami jelas, meramaikan aktivitas maritim di daerah kita dan memajukan PT Pelabuhan Karimun Perseroda. Kita harus optimis,” tegas Liza.
Hadir dalam acara pelantikan ini Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza, Pj Sekda Karimun Djunaidy, jajaran direksi dan komisaris PT Pelabuhan Karimun dan pejabat lainnya. (rdi)





