Anggota Damkar Anambas Diduga Jadi Korban Salah Tangkap, Sampaikan Pesan ke Kapolres Anambas

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, baik terhadap dirinya maupun masyarakat lain. “Harapan saya ke depannya jangan sampai hal macam ini terulang lagi, baik sama saya ataupun kawan-kawan lain, agar mereka bisa bekerja secara profesional. Karena hal-hal macam ini sangat merugikan korban dalam hal mental dan nama baik,” tambahnya.

Sementara itu, rekan korban, Ropi, mengatakan hasil penggeledahan di rumah S tidak menemukan barang bukti narkoba. Selain itu, korban juga telah menjalani tes urine sebanyak dua kali dengan hasil negatif.

Bacaan Lainnya

“Yang bersangkutan dituduh memiliki dan memakai narkoba. Kenyataannya, hasil penggeledahan barang bukti tidak ada, dan dilakukan tes urine dua kali dengan hasil negatif,” ujar Ropi saat mendampingi korban membuat laporan di Polsek Jemaja, Selasa (26/5).

Menurut Ropi, setelah penggeledahan dilakukan, telepon genggam milik korban kemudian dikuasai oleh oknum polisi tersebut. Dari ponsel itu, kata dia, oknum polisi diduga mengirim pesan ke sejumlah kontak WhatsApp milik korban dengan berpura-pura menjadi S dan menawarkan narkoba.

“Tapi tidak ada yang merespons, karena memang korban bukan pengedar. Ini salah tangkap dan memang dipaksakan,” katanya.

Korban juga disebut sempat dibawa berkeliling wilayah Jemaja menggunakan kendaraan bersama empat oknum polisi tersebut. Perjalanan itu berhenti di salah satu warung kopi di Jemaja. Di lokasi itu, korban diduga diminta membantu mencari seseorang yang bisa ditangkap dalam kasus narkoba.

Ropi mengatakan korban sempat menolak permintaan tersebut karena tidak mengetahui siapa yang dimaksud. Namun, korban disebut tetap mendapat tekanan dari oknum polisi.

“Korban tidak mau, tapi tetap dipaksa. Bahkan polisi berinisial JS mau memberikan sejumlah uang untuk digunakan operasional korban dalam mencari orang yang akan ditangkap,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Kepulauan Anambas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik terkait pentingnya prosedur penegakan hukum yang sesuai aturan dan profesionalisme aparat di lapangan. (Fen)

Total Views: 36

Pos terkait