Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani saat diwawancarai awak media di TKP kecelakaan./Dok.Foto.Jk_Zed.(jurnalterkini.id/Ponco)
Kabupaten Semarang, jurnalterkini.id – Kecelakaan beruntun yang diduga akibat rem tak berfungsi terjadi di turunan Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa malam, 3 Maret 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Delapan sepeda motor dan satu mobil dilaporkan terlibat dalam insiden tersebut.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, delapan orang mengalami luka dan telah dievakuasi ke RS At-Tin Bawen untuk mendapatkan perawatan.
“Tidak ada korban jiwa. Total delapan korban sudah kami evakuasi ke RS At-Tin Bawen untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Lingga saat ditemui di rumah sakit, Selasa malam.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika sebuah truk bernomor polisi F 9726 FG yang dikemudikan Indra Warsito, 35 tahun, warga Sukabumi, Jawa Barat, melaju dari arah Semarang menuju Salatiga. Truk tersebut mengangkut paket dari Jakarta dengan tujuan Kediri, Jawa Timur.
Setibanya di turunan Exit Tol Bawen, kendaraan diduga mengalami gagal fungsi rem. “Saat sampai di lokasi kejadian, rem tidak berfungsi lalu menabrak delapan sepeda motor dan satu unit mobil pribadi di depannya,” kata Lingga.
Indra mengaku sempat melakukan pengereman saat melintasi jalur menurun tersebut. “Saat pengereman pertama masih bisa saya rem. Pada pengereman kedua sudah tidak bisa meskipun sudah saya pompa, lalu menabrak kendaraan di depan,” ujarnya.
Dari delapan korban luka, enam orang menjalani rawat inap di RS At-Tin Bawen, sementara dua lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis. Kepolisian masih mendalami kondisi teknis truk untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Menurut Lingga, dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman. “Kami masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kendaraan, termasuk aspek teknis rem,” katanya.
Hingga Selasa malam, personel Satuan Lalu Lintas Polres Semarang masih melakukan pendampingan terhadap korban di rumah sakit serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian guna mencegah kemacetan lanjutan.(Jk_Zed./PH)





