Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, dalam Puslitbang) Polri di Polres Semarang, Selasa, 3 Maret 2026./Dok.Foto.Jk_Zed.(jurnalterkini.id/Ponco)
Kabupaten Semarang, jurnalterkini.id – Upaya memperkuat kinerja penegakan hukum dan optimalisasi pelayanan publik kembali ditegaskan melalui kegiatan penelitian yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri di Polres Semarang, Selasa, 3 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB di Rupatama Polres Semarang itu turut diikuti jajaran Polres Salatiga dan Polres Boyolali. Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Salatiga, Wakapolres Boyolali, serta para pejabat utama dan penyidik dari masing-masing satuan wilayah.
Penelitian difokuskan pada dua aspek utama, yakni penanganan tindak pidana korupsi (Tipidkor) dan evaluasi program MBG di lingkungan Polri.
Pada sesi Tipidkor, tim peneliti menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran internal Polri. Forum ini diikuti Kapolres atau Wakapolres, Kabag SDM, Kabagren, Kabaglog, Kasat Reskrimum, Kanit Tipidkor, Kaurbinops, serta para penyidik Tipidkor Satreskrimum dari tiga polres.
Selain diskusi terpumpun, tim juga menghimpun data kuantitatif meliputi jumlah Crime Total (CT) dan Crime Clearance (CC) perkara korupsi sepanjang 2023–2025. Data lain yang dikaji mencakup nilai kerugian keuangan negara dari perkara yang telah dinyatakan lengkap atau P-21 pada periode yang sama. Data tersebut akan dianalisis untuk mengukur efektivitas penanganan perkara serta kontribusi Polri dalam upaya penyelamatan keuangan negara.
Sementara dalam penelitian program MBG, tim Puslitbang menggali informasi mengenai pelaksanaan dan tata kelola program melalui FGD bersama para Kapolres dan Wakapolres. Pengumpulan data dilakukan terhadap SPPG di bawah naungan Polri, mencakup nomor dan satuan wilayah, lokasi, tanggal operasional, jumlah porsi yang disiapkan, jumlah sekolah penerima manfaat, hingga keterangan pendukung lainnya.
Penelitian tidak berhenti pada aspek administratif. Tim juga melakukan observasi langsung ke lokasi SPPG milik Polres Semarang di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, guna memastikan kesesuaian antara data yang dilaporkan dengan implementasi di lapangan.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, menyatakan penelitian ini menjadi momentum penting untuk evaluasi berkelanjutan. “Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan institusi. Evaluasi berbasis data sangat penting untuk meningkatkan kualitas penanganan Tipidkor serta memastikan program pelayanan masyarakat berjalan efektif, tepat sasaran, dan akuntabel,” ujarnya.
Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri, Kombes Pol Andreas Widihandoko, menjelaskan bahwa riset ini bertujuan memperoleh gambaran komprehensif mengenai capaian kinerja, kendala, serta strategi peningkatan penanganan Tipidkor dan implementasi program MBG di wilayah Polda Jawa Tengah.
“Kami mengedepankan pendekatan ilmiah berbasis data. Hasil penelitian ini akan menjadi rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum serta tata kelola program di lingkungan Polri,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama. Hasil penelitian yang melibatkan Polres Semarang, Polres Salatiga, dan Polres Boyolali ini diharapkan dapat diimplementasikan secara konkret di lapangan, baik dalam peningkatan mutu penyidikan Tipidkor maupun optimalisasi program SPPG agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.(Jk_Zed./PH)





