Kapolres Demak Minta Bhabinkamtibmas Perkuat Langkah Preventif Selama Ramadan

Demak, jurnalterkini.id – Kepala Kepolisian Resor Polres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra meminta seluruh Bhabinkamtibmas meningkatkan kewaspadaan dan langkah pencegahan selama bulan Ramadan. Arahan itu disampaikan dalam pertemuan di Aula Wicaksana Laghawa, Selasa, 3 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, AKBP Arrizal—yang akrab disapa AKBP Samel—menegaskan citra institusi kepolisian di tengah masyarakat sangat ditentukan oleh peran Bhabinkamtibmas sebagai personel yang bersentuhan langsung dengan warga di desa binaan.

“Baik atau buruknya citra Polres Demak bergantung pada bagaimana Bhabinkamtibmas hadir dan memberikan solusi atas persoalan masyarakat,” ujar dia.

Menurut Samel, Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat ibadah dan harmoni sosial. Namun, sejumlah fenomena di lapangan justru berpotensi mengganggu ketertiban umum jika tidak dikelola dengan baik.

Ia menyoroti tren sahur on the road (STR) yang kerap disertai penggunaan pengeras suara berlebihan atau dikenal sebagai sound horeg. Tradisi membangunkan sahur, kata dia, kini tidak jarang berubah menjadi ajang unjuk kekuatan audio yang mengganggu waktu istirahat warga dan memicu gesekan antar kelompok.

Selain itu, ia mengingatkan potensi bahaya perang sarung yang tidak lagi sekadar permainan anak-anak. Dalam sejumlah kejadian, perang sarung diisi benda keras hingga batu, sehingga berisiko menimbulkan luka serius.

Peredaran minuman keras dan penggunaan petasan juga dinilai masih menjadi ancaman yang dapat memicu keributan maupun kebakaran. Aksi balap liar di jalan raya pun berpotensi membahayakan keselamatan pelaku serta pengguna jalan lainnya.

Menghadapi situasi tersebut, Kapolres menginstruksikan Bhabinkamtibmas untuk mengedepankan edukasi dan langkah preventif. Mereka diminta aktif berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh pemuda, serta perangkat desa guna mengingatkan pentingnya menjaga kesucian Ramadan.

Personel juga diminta memetakan wilayah rawan, khususnya lokasi yang kerap menjadi titik kumpul remaja menjelang sahur maupun selepas subuh. Sinergi dengan Babinsa dan kepala desa perlu diperkuat, termasuk mengaktifkan kembali pos kamling sebagai langkah deteksi dini.

“Kedepankan pembinaan. Namun, jika tetap terjadi pelanggaran hukum, lakukan penindakan secara tegas dan humanis sesuai prosedur,” kata Samel.

Dalam kesempatan itu, ia kembali mengingatkan personel agar memedomani commander wish Kapolres Demak, yakni WALI (Waspada, Amanah, Lugas, Inovatif).

Waspada berarti peka terhadap setiap potensi gangguan keamanan dan perubahan sosial di lingkungan masyarakat. Amanah dimaknai sebagai pelaksanaan tugas secara jujur dan bertanggung jawab guna menjaga kepercayaan publik. Lugas mengandung arti bersikap tegas, jelas, dan tidak berbelit dalam bertutur kata maupun bertindak. Sementara Inovatif menuntut personel untuk kreatif dan adaptif, termasuk dalam pengembangan pelayanan publik berbasis teknologi dan presisi.

Samel menekankan kehadiran personel di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman serta menyelesaikan keluhan warga secara cepat dan transparan.

“Kepercayaan publik dijaga bukan hanya melalui keberhasilan tugas, tetapi juga dari kejujuran, kecepatan, dan cara berkomunikasi,” ujarnya.
(M_E./PH)

Total Views: 270

Pos terkait