Jelang Ramadan, Polres Semarang Musnahkan 2,1 Kg Bahan Peledak Hasil Operasi Pekat

Kabupaten Semarang, jurnalterkini id — Polres Semarang memusnahkan sekitar 2,1 kilogram bahan peledak jenis mercon pada Jumat, 27 Februari 2026, di wilayah Ungaran Timur. Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar menjelang dan selama Bulan Suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan disposal dipimpin langsung Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, dengan melibatkan Tim Gegana dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah. Keterlibatan Gegana dilakukan untuk memastikan proses pemusnahan bahan peledak berlangsung sesuai standar operasional prosedur (SOP) penanganan bahan berbahaya serta menjamin keamanan seluruh rangkaian kegiatan.

Selain memusnahkan bahan atau obat mercon seberat 2,1 kilogram, petugas juga menghancurkan sejumlah mercon siap ledak. Barang bukti tersebut terdiri atas satu mercon berdiameter 14 sentimeter, satu berdiameter 5 sentimeter, serta empat mercon berdiameter 1 sentimeter.

Seluruh barang bukti merupakan hasil penertiban dalam rangka cipta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Semarang. Kepolisian menilai penggunaan mercon berdaya ledak tinggi berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, terutama pada momentum keagamaan yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

AKBP Ratna menegaskan, langkah pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri. Ia juga mengimbau warga agar tidak memproduksi, memperjualbelikan, maupun menggunakan bahan peledak ilegal.

“Ini menjadi perhatian bersama. Efek dari mercon sangat luas di tengah masyarakat. Selain membahayakan keselamatan, juga berpotensi merusak fasilitas umum dan rumah warga,” ujar Ratna.

Menurut kepolisian, dampak penggunaan mercon tidak hanya mengancam keselamatan pengguna, tetapi juga dapat menyebabkan korban jiwa, kebakaran, serta kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.

Proses pemusnahan dilakukan di lokasi yang telah disterilisasi dan berada jauh dari permukiman penduduk guna meminimalkan risiko. Dengan langkah tersebut, Polres Semarang berharap situasi kamtibmas di Kabupaten Semarang tetap kondusif selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.(Jk_Zed/PH)

Total Views: 302

Pos terkait