Beliau juga mengingatkan pentingnya mengamalkan tiga pilar ibadah utama selama bulan puasa.
“Tentang amalan ramadhan yang dianjurkan ditekan di dalam ibadah selama ramadhan yaitu shalat, membaca Al-Qur’an dan bersedekah,” tekannya.
Selain aspek ibadah, Bupati juga menitipkan pesan terkait ketertiban umum dan kebersihan lingkungan. Ia berharap kekhusyukan beribadah selaras dengan kesadaran menjaga kebersihan kota.
“Kami menghimbau dan berharap dengan momentum ramadhan bulan penuh berkah ini dengan pahala yang sangat besar , mari kita manfaatkan momen ini dengan beramai-ramai untuk memakmurkan masjid serta hidupkan shlawat berjamaan 5 waktu dalam sehari,” lanjut Iskandarsyah.
Ia juga berpesan agar masyarakat dapat fokus untuk beribadah mengingat bulan suci ramadhan hanya terlaksana sekali dalam setahun.
“Tentunya momen ramadhan ini hanya setahun sekali, mudah-mudahan kita lebih fokus untuk beribadah kami juga berpesan jangan membuang sampah sembarangan,” akhiri bupati Karimun, Iskandar.
Sementara itu, Wahyu Amirullah Kabag Kesra Kabupaten Karimum memberikan penjelasan terkait aturan operasional tempat hiburan malam (THM) dan warung makan selama bulan suci.
“Terkait dengan himbauan dari dinas pariwisata yaitu tempat hiburan malam dan warung-warung, pada prinsipnya sesuai ketentuan yang telah diberikan oleh daerah ya di tutup. Secara amalan kita wajib tutup tapi secara ekonomi ada banyak kajian-kajian,” jelas Wahyu.
Wahyu menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata telah mengeluarkan imbauan resmi terkait penutupan tempat hiburan sesuai ketentuan daerah. Namun, untuk sektor usaha mikro seperti warung makan, pemerintah mengedepankan sikap saling menghargai.
“Larangan tidak ada namun saling menghormati orang yang berpuasa,” tutup Wahyu.(edy)





