Bupati juga menitipkan dua pesan utama bagi 121 calon jamaah asal Karimun untuk meluruskan niat agar ibadah berjalan lancar dan mendapat kekuatan dari Allah SWT.
“Sehingga kami hadir hari ini salah satu bagian dukungan kami kepada mereka dengan persiapan haji bertotal 121 orang. Pesan kami yang pertama adalah menjaga niat karena dengan niat yang baik Insyaallah Allah berikan kekuatan, yang kedua persiapan fisik,” akhiri Bupati Karimun Iskandarsyah.
Sementara itu, Muliadi kepala kantor kementerian haji dan umroh Kabupaten Karimun mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat beberapa pembaharuan dalam proses bimbingan. Para jamaah berkesempatan menyimak paparan dari Menteri haji dan umroh Syifran serta arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto secara daring.
“Sekarang jamaah menyaksikan dan menyimak paparan dari pak menteri Syifran dan dilanjutkan oleh arahan dari bapak presiden Prabowo Subianto secara online kepada jamaah kita,” ungkapnya.
Muliadi menjelaskan bahwa sebanyak 121 jemaah asal Kabupaten Karimun dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026.
“Jamaah akan di berangkatkan pada 22 April 2026 gelombang pertama kloter ke-2 dan tentunya harapan kita ini bisa berjalan dengan baik, lancar keberangkatan dan kepulangan serta jamaah menjadi haji yang mabrur,” jelas Mulyadi.
Mereka tergabung dalam gelombang pertama kloter ke-2. Meski sebelumnya tercatat ada tambahan jemaah, terdapat 9 orang yang melakukan mutasi keberangkatan ke Tanjung Pinang.
“Tahun ini Kabupaten Karimun kuota yang diberangkatkan 121 meskipun ada 9 jamaah yang mutasi ke Tanjung Pinang namun itu adalah hak mereka. Mereka sudah diawali 4 kali pertemuan ditingkat kecamatan,” lanjutnya.
Jamaah haji termuda berusia 26 tahun dari kecamatan Meral dan tertua berusia 84 tahun dari kecamatan Kundur.
“Tahun ini jemaah termuda Bang Hafiz berusia 26 tahun dari kecamatan Meral yang mendampingi ibunya berangkat dan juga yang tertua Ibu Jaliyah berusia 84 tahun berasal dari kecamatan Kundur,” ungkapnya.
Mulyadi menambahkan bahwa koordinasi logistik telah disiapkan dengan matang. Khusus jamaah dari Pulau Kundur, mereka akan dimobilisasi satu hari sebelum keberangkatan dan diinapkan di Hotel Karimun City guna memudahkan proses pemberangkatan keesokan harinya.
“Kita menggunakan solidarity line langsung penerbangan dari Batam ke Madinah, proses keberangkatan jamaah haji dari pulau Kundur sebelum berangkat di inapkan di hotel Karimun City dan besoknya di berangkatkan,” tutup Muliadi.(edy)





