Media Sebagai Fondasi Peradaban dan Kebudayaan
Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menekankan bahwa kehadiran kementerian baru ini memberikan ruang strategis bagi media siber untuk terlibat dalam pembangunan peradaban.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen menjadikan budaya sebagai fondasi utama pembangunan nasional, bukan sekadar pelengkap.
“Media siber memiliki peran krusial dalam merawat identitas bangsa dan memberikan ruang bagi tradisi lokal yang sering terpinggirkan oleh arus global,” jelas Firdaus.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh jajaran petinggi SMSI Pusat lainnya, termasuk Dewan Penasihat Prof. Dr. Taufiqurochman, Direktur Media Crisis Center dr. Nishal, serta jajaran kesekretariatan.
Dari Cerita Rakyat ke Ruang Redaksi Digital
Pembangunan museum dan perayaan HPN di Banten ini diharapkan menjadi momentum bagi para wartawan untuk kembali ke jati diri sebagai penjaga narasi bangsa. Jika dahulu cerita rakyat diwariskan lewat tutur, kini media siber menjadi ruang kebudayaan baru yang menyebarkan nilai-nilai kebhinnekaan.
Firdaus menambahkan, di tengah cepatnya arus informasi, pers harus tetap beretika dan berakar pada nilai-nilai lokal agar jati diri bangsa tetap berdaulat di era digital. (*/rdi)





