“Bantuan ini adalah lanjutan dari aksi tanggap darurat kita. Jika akhir Desember lalu relawan Kemnaker Peduli bergerak di dapur umum, sekarang kita masuk ke fase yang lebih krusial, yaitu recovery ekonomi,” ujar Yassierli.
Mobilisasi Balai Vokasi se-Sumatera
Untuk memastikan proses mitigasi dan pemulihan berjalan cepat, Menaker menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker di Pulau Sumatera untuk terlibat aktif. Balai-balai pelatihan mulai dari Padang, Medan, hingga Banda Aceh dikerahkan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat Sumbar bangkit.
Menaker menyadari bahwa proses pemulihan pascabencana tidak bisa dilakukan secara instan dan memerlukan waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antarpihak.
“Pemulihan pascabencana adalah kerja bersama. Keberhasilan program recovery ini sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan,” katanya. (*/rdi)





