PADANG, Jurnalterkini.id — Di tengah suasana Sumatera Barat yang masih dilanda banjir dan galodo, Anggota DPR RI Fraksi NasDem Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M melaksanakan Sosialisasi Daerah Pemilihan (Sosdapil) Tahap VII di Kota Padang, pada Senin, 8 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Sekretariat Forum Mahasiswa Dharmasraya (FM Dharmasraya) yang berkegiatan di Padang, mulai pukul 17.30–21.45 WIB.
Kegiatan ini menjadi forum dialog strategis antara mahasiswa dan wakil rakyat, khususnya dalam situasi darurat yang sedang melanda berbagai daerah di Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Shadiq menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan berpihak pada rakyat.
“Bencana ini meninggalkan luka yang dalam bagi masyarakat Sumbar. Kita harus saling menguatkan, dan saya hadir untuk memastikan seluruh aspirasi tersalurkan dan menjadi dasar kebijakan yang efektif,” ujar Shadiq.
Pembahasan Utama: Penanganan Bencana, HAM, dan Pemulihan Ekonomi
Dalam pemaparannya, Shadiq menyampaikan sejumlah poin kunci:
- Penanganan Bencana
Advokasi percepatan distribusi air bersih, logistik, dan layanan kesehatan darurat.
Pengawasan pendataan kerusakan sebagai dasar penganggaran nasional.
Komitmen mencegah diskriminasi dalam penyaluran bantuan.
- Peran Komisi XIII DPR RI
Pengawasan perlindungan HAM dan keadilan distribusi bantuan.
Fokus pada perlindungan kelompok rentan: anak, lansia, dan perempuan.
- Pemulihan Ekonomi dan Infrastruktur
Dukungan dana pemulihan UMKM terdampak banjir.
Pelibatan mahasiswa sebagai penggerak sosial dan ekonomi.
Penekanan pada percepatan perbaikan infrastruktur Kota Padang dan sekitarnya.
Shadiq menekankan pentingnya energi dan kontribusi mahasiswa.
“Mahasiswa bukan hanya intelektual kampus, tetapi agen perubahan yang sangat dibutuhkan dalam masa pemulihan ini,” ucapnya.
Dialog Terbuka: Aspirasi Mengalir dari Peserta
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa dan pemuda menyampaikan berbagai aspirasi, antara lain:
Cara terlibat langsung membantu masyarakat terdampak.
Program peningkatan kapasitas mahasiswa setelah bencana.
Mekanisme pengawasan distribusi bantuan.
Solusi kehilangan modal usaha akibat banjir.
Menanggapi hal ini, Shadiq mendorong pembentukan Relawan Kampus serta sinergi antara mahasiswa, BPBD, relawan lokal, dan pemerintah provinsi.
“Tidak boleh ada warga yang tidak mendapatkan haknya. Keadilan sosial harus diwujudkan, terutama dalam masa bencana,” tegasnya.
Saran dan Harapan yang Disampaikan Peserta
Beberapa usulan penting dari peserta meliputi:
Pembentukan Posko Aspirasi Bencana di Kota Padang.
Penguatan koordinasi mahasiswa dalam respon cepat bencana.
Penyediaan air bersih dan sanitasi darurat.
Program pemulihan UMKM melalui pendampingan usaha.
Normalisasi sungai dan mitigasi bencana jangka panjang.
Edukasi hukum dan HAM bagi masyarakat pasca bencana.
Penutup: Kehadiran Wakil Rakyat yang Dirasakan
Kegiatan ditutup pada pukul 21.45 WIB dengan doa bersama untuk keselamatan masyarakat Sumbar. Para peserta menyampaikan apresiasi atas komitmen Shadiq yang tetap turun ke lapangan di tengah situasi bencana.
“Ini bukti bahwa wakil rakyat hadir dan bekerja bersama masyarakat, bukan hanya saat masa kampanye,” ujar salah seorang mahasiswa.
Seluruh aspirasi dalam kegiatan ini akan disampaikan oleh Shadiq Pasadigoe kepada Fraksi NasDem dan Komisi XIII DPR RI sebagai dasar tindak lanjut kebijakan di tingkat nasional. (Diona).






