Anggota Polres Demak naik pangkat wajib tanam pohondi Lapangan Wicaksana Laghawa, Rabu, (31/12/25)./Dok.Foto.M_E.(jurnalterkini.id/Ponco)
Demak, jurnalterkini.id – Kepolisian Resor (Polres) Demak, Jawa Tengah, menggelar upacara kenaikan pangkat anggota sekaligus pelepasan purna tugas personel Polri dan aparatur sipil negara (ASN) di Lapangan Wicaksana Laghawa, Rabu, 31 Desember 2025. Upacara dipimpin langsung Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha dan diikuti seluruh pejabat utama Polres Demak.
Sebanyak 98 personel Polres Demak, mulai dari Brigadir Dua (Bripda) hingga Ajun Komisaris Polisi (AKP), resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang berlaku terhitung mulai 1 Januari 2026. Momentum kenaikan pangkat kali ini disertai kebijakan unik. Setiap personel yang naik pangkat diwajibkan membawa bibit pohon untuk ditanam di wilayah Kabupaten Demak.
Menurut Ari, kebijakan tersebut merupakan wujud kepedulian institusinya terhadap pelestarian lingkungan. Penanaman pohon diharapkan dapat berkontribusi pada upaya penghijauan sekaligus mitigasi dampak pemanasan global. “Ini simbol bahwa kenaikan pangkat juga harus sejalan dengan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata dia dalam amanatnya.
Kapolres menegaskan, kenaikan pangkat bukan semata penghargaan administratif atau struktural. Menurut dia, pangkat baru harus menjadi pemicu semangat dan motivasi untuk meningkatkan kinerja, produktivitas, serta kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kenaikan pangkat harus diikuti dengan peningkatan sikap, perilaku, dan kinerja, baik dalam tugas operasional maupun pembinaan, serta dalam kehidupan bermasyarakat. Jadikan pangkat sebagai amanah dan kehormatan, bukan sekadar simbol kebanggaan,” ujar Ari.
Selain kenaikan pangkat, Polres Demak juga melepas sembilan personel yang memasuki masa purna tugas. Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian para personel yang telah menuntaskan tugasnya di institusi Polri.
Menurut Ari, purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan penanda kehormatan setelah amanah dijalankan selama puluhan tahun dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas. “Banyak dinamika, tantangan, dan pengorbanan yang telah dilalui. Itu menjadi bukti kecintaan dan pengabdian kepada Polri,” katanya.
Ia juga berpesan agar para personel yang telah purna tugas tetap menjaga nilai-nilai dan jiwa Bhayangkara dalam kehidupan sehari-hari. “Meski tidak lagi terikat secara kedinasan, tetaplah menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat serta terus memberi kontribusi positif sesuai peran masing-masing,” ujar Ari.(Munthohar_Ershi./PH)





