TEGAL, Jurnalterkini.id – Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar selama 14 hari, dari tanggal 17 – 30 November telah usai. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal mencatat pencapaian signifikan, hal itu disampaikan langsung Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, kepada Jurnalterkini.id, Senin (01/12) di ruang kerjanya.
AKP Wuri menjelaskan, dirinya fokus 40 persen pre-emptif, 40 persen preventif, dan 20 persen penegakan hukum.
“Alhamdulillah seluruhnya bisa tercapai sesuai target,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga mengatakan, untuk penegakan hukum, pihaknya ditargetkan menjaring 500 tilang dan 500 teguran. Namun realisasinya justru melampaui ekspektasi, dengan data sebagai berikut: Tilang: 533 lembar, Teguran: 1.050 lembar,
Porsi ETLE: 95%
Tilang manual: 5%.
“Penegakan hukum lebih banyak dilakukan melalui ETLE, sehingga pelanggaran bisa terpantau objektif dan transparan,” terangnya.
Meski begitu, AKP Wuri mengakui Operasi Zebra Candi 2025 masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni rendahnya kesadaran masyarakat saat berlalu lintas.
“Kendala terbesar tetap pada kesadaran masyarakat. Ketika kita melakukan penyuluhan, masih banyak yang menyepelekan keselamatan,” ucapnya.
Ia menegaskan perlunya kolaborasi lebih erat dengan komunitas pengendara, lembaga pemerintahan, hingga tokoh masyarakat untuk menekan pelanggaran dan meningkatkan kepatuhan.
Terkait tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar, Satlantas Polres Tegal mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder.
“Ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Pemerintah daerah perlu turun tangan, terutama dalam perbaikan sarana-prasarana dan infrastruktur pendukung,” tegas AKP Wuri.
Meski demikian, ia bersyukur bahwa angka kecelakaan selama dua minggu pelaksanaan Operasi Zebra tercatat menurun. Ia berharap tren tersebut tetap berlanjut meski operasi telah berakhir.
Sedangkan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Satlantas Polres Tegal sudah mulai menyiapkan Operasi Lilin Candi. Termasuk survei jalur rawan, titik keramaian, hingga lokasi yang membutuhkan pos pengamanan dan pos pelayanan.
“Semua sudah kami mulai survei, baik kondisi jalan maupun kegiatan masyarakat. Kami siap memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
Reporter : Supriyadi






