Wali Kota Semarang, Agustina dalam pagelaran “Wayang Orang on The Street” dengan lakon Sang Pinilih.(14/09/25)./Dok.Foto.Ist.(jurnalterkini.id/Ponco)
Semarang, jurnalterkini.id — Setelah sukses mengguncang jalanan dengan gelaran Wayang Orang on the Street September lalu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng kembali meneguhkan langkahnya dalam pelestarian seni tradisi. Pemerintah Kota Semarang akan menghadirkan “Festival Wayang Semesta” selama dua hari, Jumat–Sabtu, 7–8 November 2025, di Lapangan Pancasila, Simpang Lima.
“Kami berupaya agar napas kesenian di Kota Semarang terus hidup dan tumbuh. Ini bukan sekadar menjaga budaya, tapi juga mewariskan nilai adi luhung wayang ke generasi muda,” kata Agustina, Rabu, 5 November 2025.
Festival ini digelar untuk memperingati Hari Wayang Nasional 2025, sekaligus menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas seni. Mengusung tema “Semarang Semakin Hebat, Wayang Semakin Mendunia,” acara ini menggabungkan tradisi dan inovasi dalam satu panggung rakyat yang terbuka.
Beragam pertunjukan siap memeriahkan perayaan tersebut, mulai dari wayang orang Ngesti Pandawa dan Sriwedari, wayang kulit Teater Lingkar Semarang, tari kolosal, hingga pertunjukan lintas generasi. Tak hanya menonton, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman interaktif melalui Wayang Experience, kegiatan mewarnai topeng, dan lokakarya membuat wayang.
Sebanyak seribu siswa sekolah dasar dijadwalkan tampil memainkan wayang secara serempak — simbol regenerasi seniman tradisi di tengah arus budaya modern.
Agustina menegaskan, festival ini bukan semata ajang seni, melainkan juga penggerak ekonomi rakyat. “Wayang sebagai warisan dunia sangat mampu menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku seni, UMKM, dan sektor kreatif,” ujarnya.
Acara yang terbuka dan gratis untuk umum itu juga akan menampilkan komedian Nunung dan Cak Lontong sebagai pengisi hiburan, serta dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
“Mari, sedulur Semarang maupun dari luar kota, datang dan ramaikan Festival Wayang Semesta. Mari jadikan Semarang kota budaya yang nyaman bagi tumbuhnya nilai-nilai kebudayaan,” pungkas Agustina.(PH)






