Selatpanjang (Jurnal) – Setelah kebakaran 7 hektar lahan di Rangsang beberapa waktu lalu, giliran hutan di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau yang terbakar, Selasa (3/2).
Pada awal Febuari, bertepatan hari Selasa, luas hutan di Tasikputri yang terbakar sekitar 5 hektare, kata Jamil (56) salah seorang warga Tasikputri Puyu kepada media ini Selasa (3/2) melalui kontak BBM-nya.
Meski pada pagi hari sempat tidak ada tanda-tanda kebakaran. Namun, sekitar pukul 12.00 WIB, setelah Zuhur, karhutla terjadi di salah satu tempat yang lokasinya cukup jauh dari jalan dan pemukiman warga.
“Api terindikasi dari lahan kebun sagu yang masih kosong. Kita sudah beramai-ramai turun untuk memadamkan api agar tidak terjadi seperti awal tahun 2014 awal,” sebut Jamil.
Hal senada disampaikan Atan (34), warga Tanjung Pisang yang ikut ke lokasi untuk memadamkan api. Sebut Atan api bertambah besar, karena angin kencang dari sudut utara lahan karhutla. Lokasinya cukup jauh dari jalan umum,” kata Atan melalui telepon seluler.
Seirama dengan hal itu, Camat Tasik Putripuyu Fakhrurrozi SSos, ketika dikonfirmasi mengaku telah mengetahui adanya karhutla yang dikabari Kepala Desa Tanjung Pisang. Pihaknya sudah mengarahkan Kades bersama masyarakat untuk turun memadamkan kebakaran tersebut.
“Iya, saya sudah dikasi tahu Kades. Saya minta masyarakat bersama-sama memadamkan kebakaran itu,” ungkap Fakrurrozi. (Bb)





