Tanggapan PPP Soal Video Kampanye Irwan

Selatpanjang (Jurnal) – Terkait pemberitaan beredarnya video berjudul “Irwan Nasir Curi Start Kampanye Lewat Edi Masyudi” di Youtube jelas-jelas mendapat banyak tanggapan dari kalangan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.

Video berdurasi sekitar 6,50 menit itu dinilai melanggar kode etik bagi Edi Masyudi sebagai anggota DPRD yang fungsinya adalah pengawasan dan penyerap aspirasi masyarakat, begitu diungkapkan salah seorang aktivis muda Meranti Rizal Jef melalui pesan inboxnya beberapa hari yang lalu.

“Dewan itu tugasnya membuat perda dan pengawasan terhadap eksekutif. Bukan ikut serta menebar kampanye. Itu menunjukkan rendahnya pemahaman beberapa dewan daerah kita dalam menjalankan tugasnya itu.

Ini sudah pelanggaran kode etik. Seharusnya, partainya memberi masukan dan pemahaman lagi tentang undang-undang sebagai anggota dewan. Ini salah satu pelanggaran etika dan sama dengan mengajak masyarakat untuk dizalimi dan bergelimang dalam kebohongan”.Sebut Rizal

Adapun visual yang berdurasi sekitar 6,50 menit itu berisikan pesan keberhasilan Irwan Nasir selama lebih kurang 5 tahun, dan sekaligus dalam pernyataannya (EM-red), menyuruh masyarakat membuka mata dan berfikir untuk ke depannya karena dia (Irwan Nasir) satu-satunya putera daerah terbaik.

Dedi Putra SHi, selaku ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ketika dikonfirmasi wartawan media ini di ruangan kerjanya Rabu (4/2) juga sangat menyayangkan sikap EM serta beredarnya video yang disinyalir berbau kampanye itu.

“Setelah mendapat kabar itu, saya langsung menelepon dia (EM-red), dan minta diklarifikasi ke teman-teman media tentang video itu. Dan kita juga sudah memanggil Edi dan kasi teguran, dia dan juga sudah kita kasi peringatan keras agar tidak mengulanginya lagi. Saya juga sudah menasehati teman-teman kita satu partai, karena tahun ini tahun politik, dan saya juga mengimbau seluruh pengurus supaya berhati-hati mengeluarkan statement. Masyarakat kita sudah jeli menanggapi semua perkataan dan apalagi isu yang beredar,” ungkap Dedi.

Ketika disinggung tentang sanksi kepada anggotanya yang kedapatan melakukan hal serupa, Dedi yang dikenal merakyat itu mengatakan DPC pasti akan memberikan sanksi dan teguran atau SP1 kepada sesiapapun anggota atau pengurus partainya.

“Kalau kedapatan lagi. Kita akan kasi sanksi dan teguran keras. Kita juga tidak akan membenarkan lagi mereka mengikuti acara atau kegiatan atas nama partai,” tegasnya.

Dedi Putra juga mengimbau masyarakat agar tidak menanggapi persoalan ini dengan serius,, karena ini boleh dikatakan keteledoran atau kesilapan dari EM.

“Mohon kepada masyarakat Meranti, hilangkanlah polemik yang ada di Youtube tersebut, anggap saja ini sebuah keteledoran dan kesilapan dari seorang manusia,” tutup Dedi. (Isk)

Total Views: 224

Pos terkait