Ia juga mengungkapkan bahwa sampel makanan sudah dibawa ke Batam untuk diuji laboratorium dan timnya telah menjalani pengecekan. Rezekila sempat menduga insiden ini mungkin disebabkan oleh reaksi alergi pada beberapa anak terhadap cuka.
“Ini semua menjadi pelajaran untuk dapur lebih selektif untuk memilih menu,” tambahnya.
Pantauan di lapangan, salah satu pelajar diperbolehkan pulang dengan menaiki mobil patroli polisi. Sementara, salah seorang petugas Dinas Kesehatan Karimun menyatakan bahwa sampel makanan dari MBG maupun makanan bekas siswa dan muntahan akan dibawa ke labor Batam.
“Secepatnya akan kita ketahui hasilnya,” ucapnya yang engan disebutkan namanya.
Dugaan keracunan ini memicu tindakan cepat dari aparat. Kepolisian telah mendatangi Puskesmas untuk pemeriksaan awal, mengamankan keterangan korban, dan berkoordinasi terkait sampel makanan.
Kasus ini menambah daftar insiden yang menuntut evaluasi ketat terhadap standar higienitas dan pengawasan kualitas dalam pelaksanaan program MBG di daerah. Hasil uji laboratorium dari sampel makanan di Batam kini menjadi kunci untuk mengetahui penyebab pasti keracunan ini. (red/rdi)




