Dampak dari kebijakan Menteri Kelautan dan perikanan RI Susi Pujiastuti yang baru bertugas sekitar lebih kurang 3 bulan ini memburu dan menenggelamkan kapal Asing perairan di Indonesia, ternyata memberi berkah kepada nelayan Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.
Sejak adanya kebijakan tersebut di Perairan Selat Malaka yang masuk dalam wilayah perairan Riau, sudah tidak terlihat lagi kapal nelayan asing dan hasil tangkapan ikan nelayan Desa Selat Akar meningkat drastis.
Kasim yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan penangkap ikan di Desa Selat Akar baru-baru ini mengatakan bahwa akhir-akhir ini hasil dari tangkapan nelayan yang berada di desanya cukup memuaskan bahkan boleh dikatakan melimpah ruah.
“Sejak ada kebijakan meledakkan kapal nelayan asing yang menangkap ikan perairan di Indonesia, kita seperti mendapat berkah. Akhir-akhir ini, hasil tangkapan kita meningkat terus. Kalau biasanya kita kesulitan mendapatkan ikan, sekarang sudah jauh berbeda rasanya tangkapan ikan kita melimpah,” ucap Kasim salah seorang nelayan Selat Akar.
Menurut Kasim, sebelum ini dirinya mengaku memang banyak sekali kapal nelayan yang beroperasi di perairan yang tidak tau dari mana kapal-kapal tersebut berasal, barangkali bisa saja adalah kapal nelayan asing. Namun, sebulan terakhir jumlah kapal nelayan yang mencari ikan mendadak berkurang. Ada indikasi kapal-kapal nelayan tersebut sebagiannya adalah milik nelayan asing yang menggunakan bendera merah-putih.
Tidak hanya Kasim hal senada juga disebutkan juga oleh nelayan Selat Akar yang bernama Asan, sudah sebulan terakhir hasil tangkapan ikannya meningkat tajam, karena tak banyak lagi kapal nelayan yang beroperasi di perairan Kepulauan Meranti, Riau.
“Kalau biasanya kita hanya bisa dapatkan tangkapan sebanyak 1,5 sampai 2 ton sekali melaut berupa ikan campur dan cumi. Tapi sekarang kita sudah bisa dapatkan sampai 9 ton sekali melaut, ini luar biasa sekali,” ucap Asan dengan wajah senang.
Asan juga meyakani bahwa perairan di sekitaran Kepulauan Meranti ini kaya akan ikan. Oleh karena itu, harus ada pengawasan yang ketat dari pihak-pihak yang berwajib untuk menjaga perairan Kepulauan Meranti agar ikan-ikannya tidak dijarah oleh nelayan asing.Asan berharap hasil tangkapan yang melimpah tersebut bisa terus berkekalan,
“Dengan hasil tangkapan yang berlimpah, kini kami bisa sedikit bernafas lega. Biasanya hasil penjualan kadang pas-pasan aja untuk beli minyak, beli umpan dan perbaikan jaring atau kapal rusak. Tapi saat ini kami bisa menyimpan sedikit untuk keluarga. Kita berharap perairan kita dijaga oleh aparat keamananlah, biar ikan-ikan kita tidak dicuri nelayan asing,” harap Asan. (Isk)





