Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyapa penumpang penerbangan perdana (inaugural flight) maskapai AirAsia rute Semarang–Kuala Lumpur di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani./Dok.Foto.BJ.(jurnalterkini.id/Ponco)
Semarang, jurnalterkini.id – Setelah vakum lebih dari tiga tahun akibat pandemi COVID-19, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali melayani penerbangan internasional. Rute perdana Semarang–Kuala Lumpur yang dilayani maskapai AirAsia resmi mengudara pada Jumat, 5 September 2025.
Antusiasme masyarakat menyambut pembukaan kembali jalur internasional ini terlihat dari tingginya permintaan tiket. Seluruh kursi pada penerbangan perdana yang berkapasitas 180 seat terisi penuh. Bahkan, tiket untuk lima hari ke depan telah ludes terjual. Sejak dibuka pada 17 Juni lalu, total penjualan mencapai 9.073 tiket per 4 September.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang hadir dalam pelepasan penerbangan perdana bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menyebut dibukanya kembali rute internasional ini sebagai bagian dari komitmen pemulihan konektivitas Jawa Tengah pasca pandemi.
“Ini bukan sekadar penerbangan, ini adalah jalur hidup baru bagi ekonomi, pariwisata, dan investasi di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan, kehadiran kembali status internasional di Bandara Ahmad Yani merupakan peluang besar untuk menarik wisatawan mancanegara dan investor. “Konektivitas adalah kunci kemajuan. Jalur ini akan menjadi gerbang utama menuju Karimunjawa, Borobudur, Dieng, hingga Kota Lama Semarang,” ujarnya.
Bandara Ahmad Yani resmi kembali menyandang status internasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025, setelah sebelumnya sempat turun menjadi bandara domestik akibat pandemi.
Kembalinya jalur langsung ke luar negeri ini disambut antusias masyarakat. Budi Nugroho, warga Semarang, mengaku terbantu dengan penerbangan langsung ke Kuala Lumpur. “Biasanya harus transit di Jakarta. Sekarang jadi lebih praktis dan hemat waktu,” kata Budi, yang terbang bersama istri dan dua anaknya.
Tiga sahabat asal Semarang—Vina, Riyan, dan Tika—juga menyambut positif pembukaan ini. “Sudah lama kami menunggu penerbangan langsung seperti ini. Terima kasih kepada Pak Luthfi,” ujar Vina.
Wisatawan asing pun merasakan manfaatnya. Guilian, turis asal Barcelona yang baru saja mengunjungi Karimunjawa, mengatakan rute langsung sangat membantunya melanjutkan perjalanan ke Malaysia. “Ini membuat perjalanan lintas negara lebih efisien,” ujarnya.
Selain rute Semarang–Kuala Lumpur, pemerintah provinsi bersama otoritas bandara kini tengah menyiapkan jalur langsung ke Singapura, Tiongkok, dan Jeddah, seiring dengan peningkatan permintaan dan potensi wisata di Jawa Tengah.
Dengan konektivitas yang makin terbuka, Semarang dan Jawa Tengah menatap peluang baru sebagai simpul ekonomi dan pariwisata di kawasan tengah Indonesia.(PH)





