Pj Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa./Dok.Foto.Ist.(jurnalterkini.id/Ponco)
Semarang, jurnalterkini.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menunda sejumlah agenda kegiatan publik menyusul situasi keamanan yang sempat memanas di Jawa Tengah, pasca-kerusuhan yang terjadi di Mapolda Jawa Tengah dan Kantor Gubernur Jateng pekan lalu.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Semarang, Budi Prakosa, menyatakan bahwa penundaan dilakukan sebagai langkah antisipatif demi menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat. “Betul ada penundaan event. Sampai kondisi benar-benar terkendali nanti, jadwalnya akan disesuaikan kembali,” ujar Budi saat ditemui pada Rabu, 3 September 2025.
Salah satu kegiatan yang terdampak adalah Festival Kota Lama, yang sedianya dibuka pada Kamis, 4 September, kini diundur menjadi Sabtu, 6 September. Informasi penjadwalan ulang tersebut dikonfirmasi melalui akun resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang. Sejumlah kegiatan lain juga akan dijadwalkan ulang, dengan estimasi pelaksanaan antara pertengahan hingga akhir September, tergantung pada perkembangan situasi keamanan.
Menurut Budi, situasi di Kota Semarang saat ini mulai kondusif. Namun, pihaknya tetap memilih menunda sejumlah kegiatan sebagai langkah preventif. “Ya, demi keamanan bersama. Kalau jumlah event-nya cukup banyak,” ujarnya.
Pada Selasa petang, 2 September, Pemkot Semarang mengikuti rapat koordinasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah diminta untuk menjaga stabilitas di wilayah masing-masing dan menyesuaikan agenda kegiatan dengan situasi yang berkembang.
“Arahan dari Kemendagri jelas: menjaga keamanan daerah. Jadi kami diminta fleksibel dalam menyusun ulang agenda,” kata Budi menutup pernyataannya.(PH)





