Taj Yasin Tegaskan Penanganan Rob Demak Bukan Proyek, tapi Isu Kemanusiaan

Demak, jurnalterkini.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertegas komitmennya dalam menangani dampak banjir rob yang melanda kawasan pertanian di Demak. Dalam kegiatan bertajuk “Sinergi Penanganan Sawah Terdampak Banjir untuk Peningkatan Produksi Padi”

Bacaan Lainnya

sejumlah pejabat tinggi hadir, termasuk Bupati Demak Eisti’anah, Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Mulyono, dan Plh. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Nita Rachmenia. Kepala desa se-Kecamatan Karangtengah pun turut hadir menyuarakan aspirasi warga, di balai desa Dukun kecamatan karangtengah.(03/07/2025)

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang kini aktif mendorong pemulihan pertanian di wilayah pesisir, menegaskan bahwa penanganan rob dan banjir bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan isu kemanusiaan dan ketahanan pangan nasional.

“Semua pihak bergerak, masyarakat, pemerintah, pengusaha, akademisi. Ini bukan proyek, tapi persoalan kemanusiaan dan kebencanaan,” tegas Yasin dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan bahwa fenomena rob yang sebelumnya terkonsentrasi di Demak kini telah meluas ke wilayah Jepara. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp250–300 miliar untuk penanganan kawasan pesisir yang terdampak.

Langkah konkret lainnya adalah normalisasi Sungai Pelayaran di Kecamatan Sayung sepanjang dua kilometer. Namun, menurut Yasin, efektivitas proyek ini bergantung pada dukungan bahan bakar solar dari Pertamina serta berterimakasih kepada masyarakat yang rela meminjamkan Armada Dum truknya untuk mobilitas pengankutan sedimen..

“Besok saya akan ketemu Pertamina. Kita minta tambahan bahan bakar agar pengerukan bisa diperpanjang lebih dari dua kilometer,” ujarnya.

Yasin juga menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Kontribusi Jawa Tengah terhadap produksi pangan nasional meningkat dari 16 persen pada 2024 menjadi 17 persen di awal 2025. Namun, peningkatan itu terancam menurun akibat alih fungsi lahan dan kerusakan akibat bencana.

“Kalau ingin kembali menyumbang 20–25 persen, maka lahan pertanian yang rusak harus dikembalikan. Termasuk yang ada di Demak,” katanya.

Bupati Demak Eisti’anah menyambut baik upaya Pemprov Jateng dalam memulihkan lahan pertanian. Menurutnya, wilayah Demak yang berada di dataran rendah sangat rentan terhadap banjir rob dan sedimentasi yang tinggi.

“Banyak sawah yang tidak bisa ditanami akibat sedimentasi. Tapi kami bersyukur karena tidak ada saling lempar tanggung jawab. Pemerintah daerah, provinsi, pusat, hingga swasta bersatu dalam penanganan,” ujar Eisti’anah.

Dukungan dari sektor keuangan juga datang dari Bank Indonesia. Plh. Kepala KPw BI Jawa Tengah Nita Rachmenia menegaskan bahwa pihaknya tak hanya mendukung dari sisi teknis dan bantuan bibit, tetapi juga dalam pengendalian hama ramah lingkungan lewat pembangunan rumah burung hantu (rubuha).

“Sinergi ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan, sekaligus kesejahteraan petani agar bisa berjalan selaras,” kata Nita.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat strategis, antara lain Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng De Francisco Da Silva Tavares, Kepala Dinas PUSDATARU Henggar Budi Anggoro, dan Kepala BBWS Pemali Juana Laode Muhammad Bakti.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan produktivitas pertanian di Demak dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Janji bantuan yang disampaikan Yasin dalam pengajian di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Mranggen pada Mei lalu pun kini mulai diwujudkan.

“Bibitnya kita ganti, pupuknya juga akan kita perhatikan. Kita koordinasi dengan Dinas Pertanian. Jadi insyaallah akan ada gantinya,” tutupnya.(PH)

Total Views: 562

Pos terkait