Jawa Tengah Hadapi Masa “Sableng”: FWPJT dan DPRD Gelar Diskusi Ekonomi Strategis

Semarang, jurnalterkini.id – Forum Wartawan Pemprov Jawa Tengah (FWPJT) dan DPRD Jawa Tengah bekerja sama dengan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah akan menggelar diskusi interaktif bertajuk “Ketahanan Ekonomi Jateng di Masa Sableng” pada Rabu, 16 Juli 2025 mendatang. Acara akan berlangsung pukul 09.00 WIB di Aula Lantai 10, Gedung Merah Putih, Semarang.

Bacaan Lainnya

Diskusi ini mendapat dukungan dari Bank Jateng dan DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keilmuan dan kelembagaan.

Ketua FWPJT, Damar Sinuko, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan mengulas ketahanan ekonomi Jawa Tengah di tengah tekanan situasi ekonomi nasional dan global yang dinamis dan tak menentu—istilah “masa sableng” digunakan secara metaforis untuk menggambarkan kondisi tersebut.

“Forum ini diharapkan mampu merumuskan gagasan dan pemikiran strategis yang dapat kami serahkan kepada Gubernur sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil langkah kebijakan ekonomi,” kata Damar, dalam audiensi bersama Sekretaris DPRD Jateng, Urip Sihabudin, Selasa, 1 Juli 2025.

Diskusi ini akan menghadirkan Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, sebagai pembicara kunci. Adapun narasumber lain yang dijadwalkan hadir meliputi Prof. Akhmad Syakir Kurnia, pakar ekonomi mikro dari Universitas Diponegoro; Teddy Agung Tirtayadi, Ketua Umum BPD HIPMI Jateng; Zulkifli Gayo, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Jateng; dan Ferry Wawan Cahyono, anggota DPRD Jateng.

Sekretaris DPRD, Urip Sihabudin, menyambut baik inisiatif FWPJT dan menilai forum seperti ini penting untuk memperkaya perspektif legislatif dalam merumuskan arah pembangunan. “Kami terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk dari insan media. Gagasan-gagasan dari diskusi ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan RPJMD Provinsi Jawa Tengah,” ujar Urip.

Menurutnya, forum ini sejalan dengan semangat visi-misi “Jateng Ngopeni Nglakoni”, yang kini menjadi pijakan utama arah kebijakan daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini tengah memacu pembangunan infrastruktur pada tahun 2025. Beberapa sektor prioritas meliputi perbaikan jaringan jalan, ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Diskusi ini diharapkan menjadi ruang kritis yang mampu menjembatani pemikiran antara pemangku kebijakan, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi masa kini.(PH)

Total Views: 960

Pos terkait