Karimun (Jurnal) – Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau membagi-bagikan bubuk abate untuk menekan angka penularan demam berdarah dengue (DBD) di pemukiman padat penduduk, Sei Lakam Barat, Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Kepala Dinkes Karimun Sensissiana mengatakan, pihaknya melibatkan sejumlah pihak seperti kader posyandu, ketua RT dan RW, camat, lurah dan pelajar dalam kegiatan tersebut.
“Ini merupakan kegiatan untuk mencegah kasus DBD yang sampai saat ini sudah mencapai 277 kasus,” kata Sensissiana.
Ia menuturkan, kawasan Sei Lakam yang kumuh dan padat merupakan kawasan paling banyak dan rentan terhadap penularan DBD.
Ia berharap serbuk abate yang dibagikan itu ditabur di bak mandi atau wadah-wadah air hujan untuk membasmi nyamuk jentik.
Selain bagi-bagi abate secara gratis, ia juga dalam kesempatan itu turut menyosialisasikan kepada masyarakat agar menggiatkan gerakan 4M Plus, yaitu Menguras, Menutup, Mengubur dan Memantau bak-bak air agar jangan sampai tergenang dalam berhari-hari sehingga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.
“Kami intensif mencegah DBD di kawasan perkotaan. Curah hujan yang cukup tinggi rentan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti,” ujarnya.
Berdasarkan catatannya, Kecamatan Karimun, terutama di kawasan Sei Lakam merupakan kawasan yang paling tinggi tingkat penularan DBD dibandingkan daerah lain.
Dari 277 kasus yang telah ditangani, kata dia, sebanyak 122 kasus berasal Kecamatan Karimun, 61 kasus dari Kecamatan Meral, 55 kasus di Tebing, 19 kasus di Kundur, dua kasus di Kundur Utara dan Kundur Barat dari 1 kasus di Kecamatan Moro. Dari 277 kasus itu, 7 di antaranya meninggal dunia yang terdiri dari enam anak-anak satu dewasa.
Berdasarkan data Dinkes, kasus DBD pada 2011 tercatat 117 dengan dua penderitanya meninggal dunia, pada 2012 sebanyak 76 kasus dengan 1 korban meninggal dunia, sedangkan tahun 2013 sebanyak 84 kasus dengan dua korban meninggal dunia. (rdi)





