Karimun (Jurnal) – Ketua Umum Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengajak kaum perempuan untuk menciptakan suasana religius dalam keluarga dan lingkungannya untuk menekan penularan wabah penyakit mematikan, HIV/AIDS.
“Kaum wanita sebagai ibu rumah tangga harus tampil di depan dalam menyelamatkan keluarga dan lingkungannya terhadap HIV/AIDS,” kata Aunur Rafiq dalam acara workshop penanggulangan bahaya HIV/AIDS yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan KPA Karimun di Hotel Maximillian, Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Aunur Rafiq yang juga Wakil Bupati Karimun mengatakan penularan HIV/AIDS makin meluas tanpa memandang strata sosial maupun kelompok masyarakat. Jika dulu HIV/AIDS dikatakan menular di kalangan wanita penjaja seks komersial dan warga berpenghasilan rendah, maka sekarang sudah merambah ibu rumah tangga, pegawai negeri, kalangan profesional dan kelompok profesi lainnya.
Ia memaparkan tingkat penularan HIV/AIDS di Karimun sangat memprihatinkan dan berada pada posisi kedua di Provinsi Kepri setelah Batam. Kondisi tersebut, menurut dia, kontradiksi dengan azam peningkatan iman dan takwa, satu dari empat azam Kabupaten Karimun yang selama ini didengung-dengungkan.
Ia juga menyebutkan, penyediaan alat kontrasepsi semisal kondom di hotel, ternyata menimbulkan kesan melegalkan seks bebas yang mengundang HIV/AIDS.
“Saya mengajak kita semua untuk berperilaku setia dengan pasangannya, jauhi seks bebas atau berganti pasangan karena bertentangan dengan ajaran agama dan yang pasti rentan tertular HIV/AIDS,” tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan data tahun ke tahun, kasus HIV/AIDS cenderung menunjukkan grafik menanjak. Pada 2012, warga positif HIV sebanyak 62 orang sedangkan AIDS 75 orang, pada 2013 positif HIV 81 orang dan AIDS 13 orang. Kemudian, terhitung Juni 2014, kasus HIV 51 orang dan AIDS 4.
Dari jumlah kasus 2013, sebanyak 4 kasus merupakan ibu hamil dan pada periode Januari-Juni 2014 sebanyak 3 orang. Sedangkan anak-anak berusia di bawah 4 tahun yang positif AIDS periode Januari-Juni 2014 sebanyak dua orang.
“Jika dilihat dari tingkat usia, maka penderita HIV/AIDS rata-rata masih berusia produktif, antara 16 hingga 50 tahun,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Kepri April-Juni 2014 sebanyak 382 kasus.
KPPA juga mencatat kasus HIV/AIDS dari kalangan tenaga profesional medis 18 orang, artis 2 orang, tenaga profesional 3, TNI/Polri 4, pelaut 9, pelajar dan mahasiswa 23, penjaja seks 27, supir 48, PNS 48, buruh kasar 115, ibu rumah tangga 286, wiraswasta 290, karyawan 336, petani dan nelayan 55 orang.
Workshop tersebut diikuti 50 peserta berasal dari pegawai pemerintahan, kepala sekolah, LSM, organisasi wanita dengan narasumber dari Kementerian PPPA Leiska Prastia, Badan PPPA Batam Komel Nainggolan dan KPA Karimun Yuhana. (rus)





