Meranti (Jurnal) – Usai menerima keterangan dari istri kedua salah seorang pejabat di lingkungan Pemda Kepulauan Meranti yang disebut-sebut menelantarkan dirinya dan kedua anaknya, ternyata ST mengutus abangnya bernama Karim yang mengaku wartawan untuk menemui kedua wartawan di salah satu resto di bilangan Kota Selatpanjang.
“Oh ini ya,Yang namanya Iskandar itu,” seru si Karim, abang ST Kepala Kantor Perpustakaan Kabupaten Kepulauan Meranti yang sudah sebulan terakhir dicari istri keduanya bersama dua anaknya, ketika menemui kedua wartawan di Kopitiam, lantai dua di Jalan Diponegoro, Kota Selatpanjang pada Kamis (25/9) sekitar pukul 10.37 WIB.
Lanjut karim yang mengaku abang kandung ST itu, setelah duduk di hadapan kedua wartawan media ini, “Kalian ada jumpa wanita gila itu ya, Is maupun Defriyanto. Itu wanita gila, jadi kalian kan tau juga, Abang ini wartawan juga, sambil menepuk-nepuk dadanya. Jadi semuanya ini bahan berita, tapi pahamlah saya mengerti, kita sama sama wartawan.”
Tambah karim yang tiba tiba meralat pembicaraanya itu, yang sebelumnya mengaku wartawan, dan menyuruh kedua wartawan itu menganggapnya mantan wartawan atau wartawan lama di Meranti ini, “Kita sama sama tau saja saya paham itu tugas wartawan, tapi dengan nada tinggi,” Tanpa memberikan kesempatan kedua wartawan ini untuk berbicara, Karim kembali menepuk-nepuk dada dan sekali-kali menghempas rokok di atas meja sambil mengucapkan perkataan bernada intimidasi.
“Coba saja naikkan berita, kalian nanti akan berhadapan langsung dengan saya Karim, Ini si karim orangnya yang berbadan kurus kerempeng. Coba saja naikkan berita itu, kalau mau berhadapan sama saya,” pungkasnya sambil beranjak meninggalkan ruangan tempat pertemuan dengan kedua awak media ini.
Defriyanto, salah seorang wartawan liputan Kepulauan Meranti, mengaku kesal atas insiden tersebut. “Seharusnya mereka mengklarifikasi informasi sumber berita yang kita peroleh dari Mrh, selaku korban yang dituding orang gila itu, Hanya saja dalam pertemuan tersebut, seharusnya dia (Karim) berbicara baik dan tidak terkesan arogan, kalau memang Karim itu wartawan, tentu dia tau tugas dan fungsi wartawan sebenarnya,” ujar Defriyanto. (Isk)





