SEMARANG, jurnalterkini.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mendorong agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya fokus pada peningkatan gizi peserta didik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satu caranya, menurut Sarif, adalah dengan mengoptimalkan penyerapan produk olahan lokal sebagai bahan baku utama dalam pelaksanaan program.
“Selain untuk pemenuhan gizi anak-anak sekolah, kita semua berharap MBG mampu menjadi penggerak roda ekonomi daerah,” ujar Sarif, Sabtu (17/5).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta koperasi pangan harus diperluas. Ia mencontohkan, daerah pesisir bisa mengandalkan hasil tangkapan nelayan untuk menu MBG, sementara kebutuhan susu bisa disuplai dari peternakan lokal.
“Kita perlu maksimalkan potensi tiap daerah. Ini akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan kita,” tegasnya.

Sarif juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk aktif membina petani dan peternak agar mampu menyediakan bahan baku yang berkualitas secara berkelanjutan.
“Harus ada keseimbangan antara pelaksanaan MBG dengan stabilitas ketersediaan bahan pokok di pasaran,” jelasnya.
Di sisi lain, Sarif mengingatkan pentingnya menjaga kualitas, higienitas, dan keamanan pangan dalam program MBG. Ia menekankan agar penyedia katering maupun pelaksana program menjaga komitmen terhadap standar kebersihan dan mutu makanan.
“Kasus keracunan yang pernah terjadi di beberapa daerah harus menjadi pelajaran. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap program ini luntur,” tandasnya.
Program MBG saat ini menjadi salah satu program prioritas di Jawa Tengah. Jika dikelola secara sinergis dan berkelanjutan, Sarif meyakini program ini mampu memperkuat kualitas generasi muda sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal.(PH)





