Tampung Aspirasi, Kuatkan Peran Masyarakat Sipil
PADANG, JurnalTerkini.id – Dalam rangka menjalankan tugas konstitusional sebagai anggota MPR RI, Ir. M. Shadiq Pasadigoe, SH., MM, melaksanakan ASMAS (Penyerapan Aspirasi Masyarakat) di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hari ini dihadiri oleh berbagai elemen pimpinan Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah, serta tokoh masyarakat dari berbagai penjuru Sumatera Barat.
Dihadiri Tokoh-Tokoh Muhammadiyah dan Masyarakat Sumbar
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PWM Sumbar, Dr. Bathiar, M.Ag, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ir. H. Yosmeri Yusuf, Buya Drs. H. Jhon Mispar, M.Pd, serta Hendri Nofigator, S.Psi, M.Pd. Jajaran pimpinan majelis, lembaga, dan biro PWM Sumbar serta perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sumatera Barat turut hadir menyampaikan aspirasi.
Ir. M. Shadiq Pasadigoe hadir secara daring melalui Zoom dan menyatakan keseriusannya dalam mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari masyarakat, khususnya dari kalangan ormas Islam yang memiliki basis kuat di akar rumput.
Beragam Aspirasi Disampaikan Langsung oleh Masyarakat
Dalam forum terbuka ini, berbagai permasalahan aktual dan kebutuhan masyarakat disampaikan kepada Pak Shadiq, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai NasDem. Beberapa aspirasi penting yang mencuat dalam pertemuan ini meliputi:
Permintaan penguatan dukungan terhadap pendidikan Islam dan lembaga pendidikan swasta berbasis keummatan.
Kebutuhan pembinaan dan dukungan program pemberdayaan ekonomi bagi umat, khususnya melalui koperasi, BMT, BTM dan UMKM berbasis masjid.
Akses beasiswa dan pelatihan kerja bagi generasi muda Muhammadiyah di daerah.
Perhatian khusus terhadap pesantren-pesantren kecil di pelosok, yang seringkali luput dari program bantuan pemerintah.
Aspirasi dari Ketua PWM, Dr. Bathiar, menekankan pentingnya kebijakan nasional yang lebih berpihak pada penguatan peran ormas Islam dalam menciptakan masyarakat madani. “Muhammadiyah telah berperan dalam pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi umat. Negara harus hadir secara nyata memperkuat ini,” ungkap beliau.
Komitmen Ir. M. Shadiq Pasadigoe: Aspirasi Adalah Amanah
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ir. M. Shadiq Pasadigoe menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada PWM Sumbar serta seluruh elemen masyarakat yang hadir. Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi yang diterima dalam forum ini akan dicatat secara resmi, dirangkum, dan dilaporkan ke pimpinan MPR serta dibahas dalam forum-forum internal DPR RI.
“ASMAS ini bukan hanya seremonial, tapi bagian dari mandat kami di MPR untuk menyerap, mencatat, dan memperjuangkan suara masyarakat,” ujar Shadiq.
Dia juga menyampaikan bahwa sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, ia memiliki ruang untuk mengawal program-program strategis ke kementerian terkait.
Sinergi antara Negara dan Ormas Umat
Dalam acara ini terlihat jelas bahwa Muhammadiyah sebagai ormas Islam moderat dan berpengaruh sangat potensial menjadi mitra negara dalam memperkuat pembangunan sosial dan spiritual masyarakat. Melalui forum ASMAS, terjadi pertukaran gagasan antara wakil rakyat dan masyarakat sipil yang membawa semangat konstruktif untuk Indonesia yang lebih adil dan beradab.
Forum juga menyuarakan harapan agar kegiatan seperti ini diperluas, tidak hanya di kota, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur komunikasi dan pemerintahan.
Kesimpulan: Aspirasi Hari Ini, Kebijakan Masa Depan
ASMAS yang dilaksanakan oleh Ir. M. Shadiq Pasadigoe menjadi salah satu contoh nyata bahwa peran anggota MPR/DPR tidak berhenti di ruang parlemen, tetapi turun langsung ke tengah masyarakat. Penyerapan aspirasi menjadi langkah awal membangun jembatan antara kebutuhan nyata di lapangan dan kebijakan yang dibuat di pusat.
Dengan semangat keterbukaan, komunikasi, dan pengabdian, kegiatan ini menumbuhkan harapan baru bahwa suara masyarakat tetap memiliki tempat dalam proses pembangunan bangsa. (*)






