Meranti (Jurnal) – Pasar modern Selatpanjang yang disebut-sebut pasar percontohan yang menyedot dana APBN 2013 melalui Kementerian Perdagangan senilai Rp21 miliar belum dioperasikan karena belum ada serah terima pemanfaatan antar-instansi.
“Pembangunannya sudah selesai, tapi belum dioperasionalkan karena belum ada serah terima dari Disperindag dan UKM ke Dinas Pasar, selaku pengelola,” ungkap Kepala Disperindagkop dan UKM Meranti Syamsuar Ramli kepada wartawan media ini di ruang kerjanya, Senin(25/8).
Tambah Syamsuar Ramli, “Kalau pengerjaannya, silakan lihat sendiri. Kan kondisinya ya seperti itu, sudah bisa digunakan. Hanya saja, saat ini kita sedang menyiapkan seluruh persiapan guna proses serah terima dengan dinas pasar, terkait siapa yang mengelola itu wewenang dinas pasar.”
Sementara itu, Jamilah (54 thn), pedagang sayur-mayur yang setiap hari menggelar dagangannya di pasar Pelabuhan Sungai Juling, kepada media Senin petang, berharap sekali agar pasar tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan pedagang. “Kenapa kok sampai sekarang belum juga difungsikan, padahal pengerjaannya sudah siap, atau ada persoalan lain,” katanya.
Jamilah menambahkan, kalau memang keterlambatan pemakaian tersebut hanya setakat masalah belum diserahterimakan, sebenarnya tidak perlu dipersoalkan, “Apa salahnya kami pedagang diperbolehkan berjualan di pasar tersebut, menjelang diresmikan pengoperasionalannya, namun saya juga khawatir keterlambatan pengoperasian pasar modern tersebut disebabkan adanya persoalan pengerjaan proyek yang dicurigai bermasalah,sebab saya baca berita di internet, kalau aparat polres lagi mengusut kasus keterlambatan pembangunan pasar modern,” pungkasnya santai. (Isk)





