Mengapa Nilai Investasi Apple di Indonesia Lebih Kecil?
Ekonom di Bank Permata Josua Pardede menilai komitmen pembangunan pabrik AirTag dari Apple di Batam itu berpotensi meningkatkan peran Indonesia dalam rantai pasok global di sektor produk teknologi tinggi di masa depan.
“Ini menunjukkan bahwa Indonesia menarik untuk investasi. Batam membantu ekspor dan logistik karena dekat dengan Singapura. Ini akan meningkatkan daya tarik investor seperti Apple. Investasi ini menunjukkan bahwa perusahaan multinasional seperti Apple melihat stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia, yang mendukung investasi jangka panjang,” ungkap Josua kepada VOA.
Meski begitu, nilai investasi produsen iPhone itu dinilai masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan yang ditanamkan di Vietnam, yang menurutnya karena ekosistem industri Vietnam yang lebih kuat dibandingkan Indonesia.
“Akibatnya, Apple telah membangun rantai pasokan yang lengkap di Vietnam, yang mencakup pemasok komponen dan tenaga kerja terlatih. Selain itu, Apple telah memproduksi perangkat utama di Vietnam atau India, seperti iPhone, yang memiliki nilai tambah lebih besar daripada AirTag,” jelasnya.
Persoalan lainnya, ujar Josua, adalah soal biaya investasi – termasuk peraturan dan perizinan – yang dipandang masih lebih rumit dibandingkan dengan Vietnam atau Malaysia; juga soal daya beli warga Indonesia, terutama untuk produk premium, yang dinilai masih rendah.
Oleh karena itu pemerintah perlu memperbaiki beberapa masalah krusial yang selama ini terkatung-katung, yaitu mempercepat pembangunan kawasan industri yang fokus pada teknologi tinggi, membangun ekosistem yang mendukung rantai pasok, menciptakan aturan dan regulasi yang jelas untuk mengurangi risiko operasional, dan meningkatkan kualitas SDM, terutama di bidang manufaktur dan teknologi tinggi.
“Indonesia masih perlu memperbaiki infrastruktur, ekosistem industri, dan regulasi, seperti yang ditunjukkan oleh nilai investasi yang lebih kecil dibandingkan Vietnam. Namun, Indonesia dapat memanfaatkan momentum proyek seperti ini untuk meningkatkan daya saingnya. Investasi ini dapat memicu investasi teknologi lainnya jika dikelola dengan baik,” pungkasnya. [voa]
Jaringan: VOA






