Menperin: Investasi US$1 Miliar dari Apple Masih Kurang
Sebelum melakukan pertemuan dengan Rosan, Nick Amman dan rombongan menemui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk membahas kelanjutan TKDN Apple di Indonesia. Pertemuan itu berlangsung selama 30 menit, dan dilanjutkan dengan pertemuan tim teknis Kemenperin yang dipimpin Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, dan Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin, Setia Darta.
Agus mengatakan telah menerima proposal resmi dari pihak Apple pada 6 Januari, tetapi belum dapat mengungkapkannya pada publik. “Bagian dari substansi negosiasi kan nggak bisa kita sampaikan ke publik. Nggak etis ya kalau bagian dari substansi negosiasi saya sampaikan ke publik sekarang sementara mereka lagi negosiasi,” ungkap Agus.
Agus juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki target khusus kapan negosiasi ini akan rampung. “Saya sampaikan bahwa tidak ada time frame yang kita tetapkan. Bisa done deal hari ini, bisa done deal malam ini, bisa done deal besok, bisa done deal next week, bisa next month. Jadi waktu kami tidak tetapkan target. Yang kami tetapkan target itu adalah substansinya,” tegasnya.
Agus juga tidak merinci besaran investasi Apple, tetapi menilai rencana investasi US$1 miliar yang ditawarkan sebelumnya masih terlalu rendah. “Pokoknya saya nggak bisa bicara soal angka. Tapi kemarin saya sudah sampaikan bahwa sebetulnya dalam pandangan kami di Kemenperin US$1 miliar, dan kalau memang (investasi) US$1 miliar, itu tidak cukup,” katanya.
Salah satu hal yang menurut Agus akan tetap dipegang teguh Indonesia dalam negosiasi investasi Apple itu adalah soal prinsip keadilan. Indonesia ingin mengkaji terlebih dahulu berapa besar investasi yang sudah digelontorkan Apple di negara-negara tetangga, seperti Vietnam dan India.
“Lalu berapa besar nilai tambah yang diciptakan dan juga pemasukan bagi negara. Dan yang paling penting adalah job creation,” jelasnya.
Nick Amman yang ditemui wartawan usai dua pertemuan itu hanya menjawab singkat bahwa pertemuan berlangsung baik.
“Sebuah diskusi yang bagus, diskusi yang bagus,” jawab Nick singkat.






