Di KTT OKI dan Liga Arab Indonesia Serukan Israel Dikeluarkan dari PBB

Di KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab, Indonesia mengeluarkan seruan yang mendesak agar Israel dikeluarkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan agar Israel diisolasi dari komunitas internasional.

JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Anis Matta menghadiri KTT Luar Biasa OKI dan Liga Arab di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, (11/11/2024). Dalam pidatonya yang menggunakan bahasa Arab, Anis mengakui pertemuan tingkat tinggi ini dilaksanakan sebagai respon terhadap upaya membebaskan Palestina dengan segala kekuatan dan sumber daya yang dimiliki.

Bacaan Lainnya

Anis menambahkan, Israel — di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan para sekutu ekstremis sayap kanannya — tidak memahami bahasa apapun kecuali kekuatan, penindasan, dan kekejaman, sehingga membuat keputusan-keputusan PBB, Dewan Keamanan, dan Mahkamah Internasional sekadar tinta di atas kertas.

Karena itu, lanjutnya, Indonesia berpandangan KTT kali ini harus menghasilkan rekomendasi dan langkah-langkah nyata. Dalam konteks ini, Indonesia mengajukan sejumlah usulan, termasuk meningkatkan upaya politik dan diplomatik untuk mengakhiri perang di Gaza dan Lebanon dan mencegah setiap upaya eskalasi dari pihak manapun yang berpotensi menarik kawasan ini ke dalam perang regional yang tidak terkendali.

Selain itu, Indonesia mengusulkan pengerahan dukungan dari masyarakat Arab dan Muslim agar berpartisipasi dalam menyokong perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaan, serta membuka segala saluran resmi dan tersedia untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Indonesia juga mendesak semua lembaga internasional untuk mengisolasi Israel dan mencabut keanggotaannya dari PBB, serta tidak membiarkan kejahatan perang dan genosida dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina tanpa hukuman.

“Keempat, melanjutkan pemutusan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Israel, serta perusahaan-perusahaan yang terkait dengan zionisme global dan menghentikan semua proyek-proyek Israel yang berjalan di negara-negara anggota (OKI dan Liga Arab),” katanya.

Untuk mengompensasinya, kata Anis, negara-negara anggota Liga Arab dan OKI memperbesar volume perdagangan antar sesama. Anis mengatakan, Indonesia juga mengusulkan penolakan atas segala upaya normalisasi hubungan dan meninjau kembali hubungan diplomatik dengan Israel, sejalan dengan Insiatif Perdamaian Arab.

Total Views: 584

Pos terkait