Tantangan Pengembangan Sepak Bola Indonesia
Banyaknya kompetisi yang diikuti timnas Indonesia dalam kancah internasional tidak membuat PSSI menarik rem tangan dalam mencari talenta baru, maupun terus mengembangkan talenta yang ada.
Menurut Arya, kendala terbesar dalam mendorong pengembangan sepak bola Indonesia secara umum ada pada minimnya kompetisi di tingkat daerah.
“Tapi sekarang setelah setahun (kepemimpinan) pak Erick ini, regional-regional kan terus di-push ya, seperti pemberian subsidi tahun lalu 300-an juta rupiah, tahun ini mencapai 500 juta rupiah dan itu adalah untuk mendorong Asosiasi Provinsi (Asprov) membuat kompetisi untuk usia muda,” sebut Arya.
Selain dengan mengadakan berbagai kompetisi sepak bola pada tingkat regional, rekrutmen pemain naturalisasi dan inisiasi sejumlah program pelatihan untuk menjaring talenta muda, PSSI disebut Arya juga terus mempersiapkan timnas untuk memberikan yang terbaik dalam kompetisi yang diikuti saat ini.
“Dukungan dan fasilitas sudah pasti kita berikan yang terbaik bagi mereka ya. Artinya dari sisi officials, dari sisi manajemen, dari sisi fasilitas, kemudian juga apakah nanti Training Center (TC), atau nanti ada uji coba, tentunya kita bikin yang terbaik sehingga mereka betul-betul siap untuk masuk kualifikasi round tiga ini,” jelas Arya.






