Sebagian besar fosil tetrapoda awal ditemukan di rawa-rawa batu bara prasejarah yang panas di sepanjang garis khatulistiwa, di daerah yang sekarang dikenal sebagai Amerika Utara dan Eropa.
Namun, sisa-sisa terbaru, yang berasal dari sekitar 280 juta tahun yang lalu, ditemukan di Namibia, sebuah wilayah di Afrika yang dulunya dipenuhi gletser dan es.
Hal ini diartikan bahwa tetrapoda mungkin telah berkembang di iklim yang lebih dingin, lebih awal dari yang diperkirakan para ilmuwan, sehingga memunculkan lebih banyak pertanyaan tentang bagaimana dan kapan mereka mengambil alih Bumi.
“Kisah awal tetrapoda pertama jauh lebih kompleks daripada yang kami duga,” kata Claudia Marsicano, salah satu penulis di University of Buenos Aires yang menjadi bagian dari penelitian ini.
Nama makhluk ini diambil dari formasi batuan Gai-As di Namibia, tempat fosil tersebut ditemukan, dan sekaligus untuk mengenang mendiang ahli paleontologi Jennifer Clack, yang mempelajari bagaimana tetrapoda berevolusi. [voa]
Jaringan: VOA





